Persijap Jepara akan menjalani enam laga sisa di BRI Super League musim ini. Tiga dari enam lawan yang akan dihadapi merupakan tim-tim raksasa di BRI Super League.
Tiga tim yang saat ini bersaing langsung menuju gelar juara BRI Super League akan dihadapi Persijap Jepara. Masing-masing adalah Persija Jakarta, Borneo FC dan Persib Bandung.
Laga kandang Persijap vs Persija akan digelar di Stadion GBK Jepara pada 4 Mei 2026. Kemudian Persijap vs Borneo FC juga akan digelar di Stadion GBK Jepara, pada 17 Mei 2026. Lalu melawan Persib Bandung pada 23 Mei 2026, dalam pertandingan lawatan di GBLA Bandung.
Meski dua laga melawan tim raksasa di gelar di Stadion GBK Jepara, Persijap tetap harus waspada. Fokus dan terus menjaga konsistensi bermain akan menjadi kunci bagi tim kebangaan warga masyarakat Jepara ini.
Sedangkan tiga laga lainnya, Persijap akan menghadapi tim-tim yang relatif setara dan sangat mungkin bisa memberi tambahan poin. Terdekat Persijap akan menghadapi PSBS Biak pada Jumat (24/4/2026) petang, akhir pekan ini.
Melawan PSBS Biak di kandang sendiri, memberi kesempatan bagi Persijap untuk bisa lebih menjauh dari zona degradasi. PSBS yang berada di posisi lebih buruk dibanding Persijap, tetap harus diwaspadai, sebagai pesaing langsung di papan bawah.
Kemudian berikutnya Persijap akan menjalani laga tandang ke kandang Dewa United pada Rabu (29/4/2026) pekan depan. Laga ini juga tidak mudah, karena Dewa United juga tengah berusaha bangkit.
Murianews, Jepara – Persijap Jepara dituntut untuk ekstra waspada menjelang ahhir musim BRI Super League 2025/2026. Usai menang gemilang atas Semen Padang, Persijap Jepara kini menyongsong laga-laga berat melawan tim raksasa.
Persijap Jepara akan menjalani enam laga sisa di BRI Super League musim ini. Tiga dari enam lawan yang akan dihadapi merupakan tim-tim raksasa di BRI Super League.
Tiga tim yang saat ini bersaing langsung menuju gelar juara BRI Super League akan dihadapi Persijap Jepara. Masing-masing adalah Persija Jakarta, Borneo FC dan Persib Bandung.
Laga kandang Persijap vs Persija akan digelar di Stadion GBK Jepara pada 4 Mei 2026. Kemudian Persijap vs Borneo FC juga akan digelar di Stadion GBK Jepara, pada 17 Mei 2026. Lalu melawan Persib Bandung pada 23 Mei 2026, dalam pertandingan lawatan di GBLA Bandung.
Meski dua laga melawan tim raksasa di gelar di Stadion GBK Jepara, Persijap tetap harus waspada. Fokus dan terus menjaga konsistensi bermain akan menjadi kunci bagi tim kebangaan warga masyarakat Jepara ini.
Sedangkan tiga laga lainnya, Persijap akan menghadapi tim-tim yang relatif setara dan sangat mungkin bisa memberi tambahan poin. Terdekat Persijap akan menghadapi PSBS Biak pada Jumat (24/4/2026) petang, akhir pekan ini.
Melawan PSBS Biak di kandang sendiri, memberi kesempatan bagi Persijap untuk bisa lebih menjauh dari zona degradasi. PSBS yang berada di posisi lebih buruk dibanding Persijap, tetap harus diwaspadai, sebagai pesaing langsung di papan bawah.
Kemudian berikutnya Persijap akan menjalani laga tandang ke kandang Dewa United pada Rabu (29/4/2026) pekan depan. Laga ini juga tidak mudah, karena Dewa United juga tengah berusaha bangkit.
Fokus dan Konsisten...
Satu tim lain yang akan dihadapi Persijap di akhir-akhir musim kompetisi BRI Super League adalah Persita Tangerang. Laga melawan Persita akan menjadi laga tandang Persijap yang akan digelar pada 10 Mei 2026.
Pelatih Persijap, Mario Lemos sendiri menyatakan, timnya kini dituntut untuk bisa terus fokus dan konsisten menjalani laga-laga krusial di akhir musim. Setelah laga melawan Semen Padang, Lemos menyampaikan beberapa hal tentang progres yang dilalui para pemainya.
Seperti dilansir dari Antara, Mario Lemos menyatakan, kemenangan di Padang memberi bekal bagus bagi para pemainnya, meski itu dilakukan dengan tidak mudah. Tetap ada hal-hal yang harus menjadi perhatian bagi para pemainnya.
Di babak pertama, permainan Persijap sangat bagus hingga bisa leading dengan skor 2-0. Tetapi memasuki babak kedua, Persijap sempat kehilangan kendali permainan. Beruntung situasinya bisa segera diatasi sehingga bisa mempertahankan kemenangan.
“Sebuah laga yang sulit, apalagi kita main di kandang lawan. Semen Padang adalah tim yang bagus. Di babak pertama, kita bisa kendalikan permainan dan berhasil mencetak gol. Babak kedua, kita sempat kehilangan ritme permainan,” ujar Mario Lemos, dikutip dari Antara, Selasa (21/4/2026).
Hasil ini diakui Lemos memberi dampak pada keyakinan diri para pemainnya. Sebelumnya Persijap juga bisa menang 2-1 di laga melawan Bhayangkara FC.
Selain itu, dua kemenangan beruntun ini juga membuat Persijap mencatat 7 laga tak terkalahkan. Capaian yang cukup bagus, hingga setidaknya saat ini bisa menjauh dari zona degradasi, dengan 28 poin berada di posisi ke-13 di Klasemen BRI Super League.
Dengan jarak poin yang masih rapat di papan bawah klasemen BRI Super League saat ini, Persijap tak boleh lengah. Karena sejatinya mereka masih belum sepenuhnya terbebas dari ancaman degradasi. Kesalahan kecil bisa saja akan membuat kecewa para pendukungnya.