Dalam skenario terburuk, Yamal mungkin tidak beraksi selama 3 bulan atau lebih jika dia mengalami robekan otot yang berarti jatuh pada level 3. Pada cedera level ini dibutuhkan intervensi bedah untuk bisa memulihkan kondisinya.
Setelah laga Barcelona vs Celta Vigo, gelandang Barca Gavi, menyatakan sangat sedih dan khawatir atas cedera Lamine Yamal. Apa yang dialami Lamine Yamal menurut Gavi telah membuat seluruh tim terkejut dan khawatir.
"Bagi saya, Lamine adalah yang terbaik. Ini hal yang mengerikan. Saya harap cederanya tidak terlalu parah," ujar Gavi.
Menurut Gavi, jika akhirnya Lamine Yamal absen, itu berarti akan ada masalah bagi Barcelona. Tidak hanya skill saja yang berdampak pada Barcelona. Tetapi juga moral dan keberaniannya yang hilang akan mempengaruhi Barcelona
Gavi juga mengungkapkan Lamine Yamal dalam situasi terpukul dan bersedih setelah menyadarai keseriusan masalah cedera yang dialaminya. Pemain ini selalu ingin bermain, sehingga terkadang mengabaikan hal-hal seperti ini.
"Ini adalah pukulan yang menyakitkan bagi kami, karena dia adalah pemain yang sangat penting. Yamal sangat sedih karena memahami perannya dalam tim," pungkas Gavi
Murianews, Kudus – Cedera yang menghampiri Lamine Yamal di laga Barcelona vs Celta Vigo, Kamis (23/4/2026) dinihari WIB memunculkan banyak kekhawatiran. Meski belum ada pernyataan resmi dari Barca, sejumlah media di Spanyol telah mengabarkan kondisi cedera Lamine Yamal.
Menurut laporan Mundo Deportivo, striker berusia 18 tahun itu didiagnosis mengalami masalah pada otot paha posterior. Dugaan yang muncul, otot milik Lamine Yamal itu mengalami robekan.
Kabar terakhir pasca pertandingan menyebutkan, striker Timnas Spanyol itu akan menjalani pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan lebih detail mengenai kondisi dan tingkat cedera Lamine Yamal, sekaligus berapa lama pemulihannya.
Menurut Mundo Deportivo, cedera otot paha posterior dibagi dalam 3 level. Jika dia beruntung, Lamine Yamal hanya akan mengaami cedera pada level satu.
Itu artinya, otot-ototnya hanya mengalami tegang dan sedikit sakit. Jika ini yang dialaminya maka Lamine Yamal kemungkinan masih bisa berjalan secara normal.
Namun, laporan AS menyebutkan diagnosa yang berbeda. Menurut AS, Lamine Yamal berisiko jatuh pada cedera pada level dua. Situasi ini berarti akan menempatkannya pada resiko pemulihan yang bisa memakan waktu sekitar 5 pekan.
Pada cedera otot paha posterior level kedua mengindikasikan adanya robekan di sebagian otot. Jika hal ini benar terjadi pada Lamine Yamal, maka ada kerusakan otot yang signifikan.
Skenario terburuk...
Dalam skenario terburuk, Yamal mungkin tidak beraksi selama 3 bulan atau lebih jika dia mengalami robekan otot yang berarti jatuh pada level 3. Pada cedera level ini dibutuhkan intervensi bedah untuk bisa memulihkan kondisinya.
Setelah laga Barcelona vs Celta Vigo, gelandang Barca Gavi, menyatakan sangat sedih dan khawatir atas cedera Lamine Yamal. Apa yang dialami Lamine Yamal menurut Gavi telah membuat seluruh tim terkejut dan khawatir.
"Bagi saya, Lamine adalah yang terbaik. Ini hal yang mengerikan. Saya harap cederanya tidak terlalu parah," ujar Gavi.
Menurut Gavi, jika akhirnya Lamine Yamal absen, itu berarti akan ada masalah bagi Barcelona. Tidak hanya skill saja yang berdampak pada Barcelona. Tetapi juga moral dan keberaniannya yang hilang akan mempengaruhi Barcelona
Gavi juga mengungkapkan Lamine Yamal dalam situasi terpukul dan bersedih setelah menyadarai keseriusan masalah cedera yang dialaminya. Pemain ini selalu ingin bermain, sehingga terkadang mengabaikan hal-hal seperti ini.
"Ini adalah pukulan yang menyakitkan bagi kami, karena dia adalah pemain yang sangat penting. Yamal sangat sedih karena memahami perannya dalam tim," pungkas Gavi