Kondisi tersebut membuat manajemen harus berhitung matang agar renovasi tidak mengganggu kompetisi. Opsi penggunaan stadion alternatif juga mulai dipertimbangkan jika pekerjaan belum selesai tepat waktu.
Saat ini, Persib masih melakukan komunikasi dengan beberapa vendor untuk menentukan metode terbaik. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada kesiapan waktu dan kualitas hasil akhir lapangan.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Persib dalam meningkatkan fasilitas klub. GBLA diharapkan bisa memenuhi standar internasional demi mendukung prestasi di level Asia.
Murianews, Kudus – Manajemen Persib Bandung menyiapkan langkah besar dengan merombak total kualitas rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Perbaikan ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/2027.
Seperti dilansir dari Antara Kamis (4/6/2026), langkah ini menjadi bagian dari peningkatan standar stadion agar setara kompetisi Asia. Fokus pembenahan tidak hanya pada rumput, tetapi juga pada struktur media tanam lapangan.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan seluruh rumput permukaan lapangan akan diganti. Rumput lama Stadion GBLA akan dipotong dan diganti total dengan material baru yang lebih berkualitas.
Pihaknya juga menyebutkan media tanam akan diperkuat dengan lapisan pasir setebal sekitar 30 sentimeter. Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga daya tahan rumput selama musim kompetisi berjalan padat.
Proses renovasi rumput Stadion GBLA Bandung ini diperkirakan tidak sederhana, karena membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup panjang. Estimasi yang disampaikan pihak Persib berkisar antara dua hingga empat bulan untuk penyelesaian penuh.
Adhitia menambahkan bahwa metode di GBLA berbeda dengan stadion di Eropa yang bisa mengganti rumput secara instan. Di Bandung, proses harus dimulai dari penanaman ulang sehingga lebih memakan waktu.
Tantangan utama lainnya adalah jadwal pertandingan kandang yang sudah menanti. Persib dijadwalkan menjamu Manila Digger FC pada 12 Agustus 2026 dalam laga ACL Two.
Rencana Matang...
Kondisi tersebut membuat manajemen harus berhitung matang agar renovasi tidak mengganggu kompetisi. Opsi penggunaan stadion alternatif juga mulai dipertimbangkan jika pekerjaan belum selesai tepat waktu.
Saat ini, Persib masih melakukan komunikasi dengan beberapa vendor untuk menentukan metode terbaik. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada kesiapan waktu dan kualitas hasil akhir lapangan.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Persib dalam meningkatkan fasilitas klub. GBLA diharapkan bisa memenuhi standar internasional demi mendukung prestasi di level Asia.