Keputusan itu berdampak pada menurunnya intensitas serangan Prancis. Pantai Gading mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih berani menekan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-53. Nicolas Pepe mengirim umpan matang kepada Guela Doue yang sukses menaklukkan kiper Mike Maignan untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri wakil Afrika itu. Sebaliknya, Prancis kesulitan mengulang dominasi yang mereka tunjukkan pada babak pertama.
Momen penentu terjadi enam menit sebelum waktu normal berakhir. Guela Doue kembali berperan penting dengan memberikan assist kepada Amad Diallo.
Pemain Manchester United itu menyambut bola dengan penyelesaian satu sentuhan yang tidak mampu dihentikan Maignan. Gol tersebut memastikan Pantai Gading berbalik unggul 2-1.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Prancis gagal menemukan gol penyeimbang. Pantai Gading pun merayakan kemenangan bersejarah yang sekaligus menjadi salah satu hasil mengejutkan menjelang Piala Dunia 2026.
Bagi Deschamps, kekalahan ini menjadi peringatan serius bahwa masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi sebelum menghadapi persaingan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Murianews, Kudus – Timnas Pantai Gading mencatat sejarah setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-1 dalam laga persahabatan internasional. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Pantai Gading atas Les Bleus sepanjang sejarah pertemuan kedua tim.
Dikutip dari Goal pada Kamis (5/6/2026), pertandingan yang digelar di Nantes itu menjadi salah satu ujian penting bagi Prancis menjelang Piala Dunia 2026. Laga tersebut juga termasuk dalam rangkaian persiapan terakhir tim Didier Deschamps sebelum bertolak ke Amerika Utara.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Kylian Mbappe hampir membuka keunggulan, namun upayanya masih mampu digagalkan kiper Pantai Gading, Yahia Fofana.
Tekanan tuan rumah terus berlanjut melalui Adrien Rabiot dan Michael Olise. Sejumlah peluang tercipta, tetapi lini pertahanan Pantai Gading masih mampu bertahan dengan disiplin.
Meski lebih banyak tertekan, tim tamu tetap memberikan ancaman lewat serangan balik cepat. Simon Adingra sempat memperoleh kesempatan emas, namun penyelesaiannya belum mampu mengubah kedudukan.
Prancis akhirnya memecah kebuntuan menjelang turun minum. Pada masa injury time babak pertama, Rayan Cherki melepaskan penyelesaian akurat setelah menerima umpan matang dari rekannya.
Gol tersebut membuat Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Banyak pihak menilai kemenangan tuan rumah hanya tinggal menunggu waktu.
Namun situasi berubah drastis setelah jeda pertandingan. Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk menarik Mbappe keluar lapangan.
Ganti Pemain...
Keputusan itu berdampak pada menurunnya intensitas serangan Prancis. Pantai Gading mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih berani menekan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-53. Nicolas Pepe mengirim umpan matang kepada Guela Doue yang sukses menaklukkan kiper Mike Maignan untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri wakil Afrika itu. Sebaliknya, Prancis kesulitan mengulang dominasi yang mereka tunjukkan pada babak pertama.
Momen penentu terjadi enam menit sebelum waktu normal berakhir. Guela Doue kembali berperan penting dengan memberikan assist kepada Amad Diallo.
Pemain Manchester United itu menyambut bola dengan penyelesaian satu sentuhan yang tidak mampu dihentikan Maignan. Gol tersebut memastikan Pantai Gading berbalik unggul 2-1.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Prancis gagal menemukan gol penyeimbang. Pantai Gading pun merayakan kemenangan bersejarah yang sekaligus menjadi salah satu hasil mengejutkan menjelang Piala Dunia 2026.
Bagi Deschamps, kekalahan ini menjadi peringatan serius bahwa masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi sebelum menghadapi persaingan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.