Musim lalu, ia hanya mencatat sembilan gol dan enam assist di semua kompetisi. Catatan tersebut masih tergolong baik, tetapi jauh dari ekspektasi yang pernah dibangunnya sendiri.
Penurunan performa itu juga terlihat saat membela Timnas Inggris. Jude Bellingham belum mencetak gol untuk tim nasional sejak Oktober 2024.
Di sisi lain, Morgan Rogers tampil semakin meyakinkan di Timnas Inggris. Gelandang Aston Villa itu dinilai lebih cocok dengan skema yang sedang dibangun Tuchel.
Rogers dianggap mampu memberikan kreativitas dan energi yang konsisten. Faktor performa terkini membuat persaingan di lini tengah Inggris semakin terbuka dengan Jude Bellingham.
Tuchel sendiri telah menegaskan tempat utama di Timnas Inggris tidak diberikan berdasarkan reputasi. Pemain yang paling sesuai dengan kebutuhan tim akan mendapatkan kesempatan bermain.
Selain faktor teknis, sikap emosional Bellingham juga kerap menjadi sorotan. Reaksinya terhadap wasit maupun situasi pertandingan beberapa kali memicu perdebatan.
Kini perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada nama besarnya. Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah Bellingham mampu kembali menunjukkan kualitas terbaiknya saat Piala Dunia 2026 dimulai.
Murianews, Kudus – Jude Bellingham pernah dianggap sebagai simbol masa depan sepak bola Inggris. Namun menjelang Piala Dunia 2026, gelandang Real Madrid itu justru menghadapi ancaman kehilangan tempat di tim utama.
Laporan berbagai media Eropa yang dirangkum Sabtu (6/6/2026), menyebut posisi Bellingham tidak lagi sepenuhnya aman. Pelatih Thomas Tuchel disebut sedang mempertimbangkan opsi lain untuk laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Kroasia pada 18 Juni 2026.
Situasi ini cukup mengejutkan mengingat Jude Bellingham selama beberapa tahun terakhir menjadi wajah utama tim nasional Inggris. Ia mengenakan nomor 10 dan menjadi salah satu pemain paling populer di skuad Three Lions.
Nama Bellingham sempat mencapai puncak popularitas saat EURO 2024. Gol salto pada menit akhir melawan Slovakia membuat Inggris terhindar dari eliminasi dan mengangkat statusnya sebagai pahlawan nasional.
Karier klubnya juga sempat melesat cepat. Setelah tampil impresif bersama Borussia Dortmund, ia bergabung dengan Real Madrid dan langsung membantu klub meraih gelar La Liga serta Liga Champions.
Namun perjalanan kariernya mulai mengalami hambatan akibat cedera bahu yang berkepanjangan. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih disebut memengaruhi performanya sepanjang musim.
Perubahan komposisi skuad Real Madrid juga membuat peran Bellingham bergeser. Kehadiran sejumlah pemain bintang membuat kontribusinya di area serang tidak lagi sebesar sebelumnya.
Penurunan Performa...
Musim lalu, ia hanya mencatat sembilan gol dan enam assist di semua kompetisi. Catatan tersebut masih tergolong baik, tetapi jauh dari ekspektasi yang pernah dibangunnya sendiri.
Penurunan performa itu juga terlihat saat membela Timnas Inggris. Jude Bellingham belum mencetak gol untuk tim nasional sejak Oktober 2024.
Di sisi lain, Morgan Rogers tampil semakin meyakinkan di Timnas Inggris. Gelandang Aston Villa itu dinilai lebih cocok dengan skema yang sedang dibangun Tuchel.
Rogers dianggap mampu memberikan kreativitas dan energi yang konsisten. Faktor performa terkini membuat persaingan di lini tengah Inggris semakin terbuka dengan Jude Bellingham.
Tuchel sendiri telah menegaskan tempat utama di Timnas Inggris tidak diberikan berdasarkan reputasi. Pemain yang paling sesuai dengan kebutuhan tim akan mendapatkan kesempatan bermain.
Selain faktor teknis, sikap emosional Bellingham juga kerap menjadi sorotan. Reaksinya terhadap wasit maupun situasi pertandingan beberapa kali memicu perdebatan.
Kini perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada nama besarnya. Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah Bellingham mampu kembali menunjukkan kualitas terbaiknya saat Piala Dunia 2026 dimulai.