Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Piala Dunia 2026 baru saja berakhir, dengan Spanyol sebagai pemenangnya setelah mnegalakhan Argentina dengan skor 1-0. Namun dari sisi lain, ternyata ada juara yang sebenarnya dari turnamen akbar ini.
Piala Dunia 2026 pada akhirnya tercatat menjdai turnammen sepak bola paling menguntungkan dari sisi bisnis. Turnamen yang digelar di Amerka Serikat, Kanada dan Meksiko, bisa dikatakan menjadi yang paling menguntungkan sepanjang sejarah.
Dilansir dari laman resmi FIFA, tunramen Piala Dunia 2026 dilaporkan telah menghasolkan keuntungan lebih dari 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp146 triliun. Capain ini menjadi yang tersbesar sepnjang penylenggaran Piala Dunia.
Pencapaian tersebut menegaskan seebnarnya FIFA-lah yang menjadi ‘juara’ di Piala Dunia 2026. FIFA menjadi pihak yang mendpatkan keuntungan besar dari momen besar sepak bola dunia ini.
Format baru Piala Dunia 2026 menjadi salah satu faktor yang diduga menjadi pemicunya. Dengan 48 peserta, maka opsi pemasukan menjadi semkain banyak, dan disisi lain sponsor juga bertambah banyak.
Jumlah peserta pada Piala Dunia 2026 bertambah dari 32 menjadi 48 tim. Penambahan itu membuat total pertandingan meningkat dari 64 menjadi 104 laga. Sedangkan durasi turnamen bertambah dari sekitar empat pekan menjadi enam pekan.
Bertambahnya jumlah pertandingan di Piala Dunia 2026, membuat FIFA memiliki kesempatan menambah pemasukan lebih banyak. Penjualan tiket pertandingan, hak siar televisi, hingga kerja sama komersial ikut melonjak selama turnamen berlangsung.
Dalam laporan yang dikutip dari FIFA, pendapatan organisasi itu selama siklus 2023-2026 diperkirakan mencapai sekitar 15 miliar dolar AS. Angka tersebut jauh melampaui pendapatan pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.
Hak Siar...
Hak siar televisi menjadi pemasukan terbesar Piala Dunia 2026, dnegan nilai yang disebutkan mencapai hampir 4 miliar dolar AS. Sementara penjualan tiket serta paket layanan premium menghasilkan sekitar 3 miliar dolar AS.
Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, penambahan jumlah peserta sempat mendapatkan tentangan. Kulaitas pertandingan dikhawatirkan menurun, dan jadwal pertandingan jadi lebih padat, berpotensi membebani para pemain.
Namun dari apa yng terjadi di Piala Dunia 2026, sama seklai tidak memunculkan kekhawatiran itu. Minat terjadap pertandingan nasih tetap tinggi, dan bahkan meningkat dibanding edisi sebelumnya.
Sementara itu dari Data Football Benchmark menunjukkan tingkat okupasi stadion pada fase grup mencapai 99 persen. Kondisi itu terjadi meski harga tiket untuk sejumlah pertandingan mencapai ribuan dolar AS.
Antusiasme penonton juga terlihat dari peningkatan jumlah pemirsa televisi. Selain itu, konten Piala Dunia 2026 mencatat puluhan miliar tayangan di berbagai platform media sosial.
Dari sisi sponsor, FIFA juga menikmati kenaikan pendapatan yang signifikan. Nilai kerja sama komersial diperkirakan mencapai sekitar 2,8 miliar dolar AS, naik dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar yang berada di kisaran 1,8 miliar dolar AS.
Jadi juara sebenarnya Piala Dunia 2026 adalah FIFA. Oragnisasi sepak bola dunia ini meraup keuntungan sangat tinggi, melebihi kegiatan ekonomi apapun di dunia ini.



