Satuan tugas tersebut memantau aktivitas pasar taruhan dan jalannya pertandingan secara langsung. Seluruh data kemudian dianalisis untuk mendeteksi kemungkinan adanya manipulasi hasil pertandingan.
Hasil evaluasi menunjukkan tidak ditemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan. FIFA juga memastikan tidak ada indikasi pengaturan skor pada seluruh 104 pertandingan yang digelar selama turnamen.
Direktur Senior Integritas FIFA, Liam Rich, menyebut koordinasi lintas lembaga berjalan efektif. Menurutnya, sistem itu memungkinkan potensi risiko dideteksi dan ditangani lebih cepat.
Meski penyelidikan terkait dugaan pengaturan pertandingan telah ditutup, FIFA masih memproses dua kasus disiplin yang melibatkan Argentina. Kasus tresebut berkaitan dengan tindakan para pemain setelah laga semifinal dan final.
Argentina diselidiki setelah membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" usai semifinal melawan Inggris. Selain itu, beberapa pemain dan staf juga diperiksa terkait dugaan kreibutan setelah final menghadapi Spanyol.
Jaksa disiplin FIFA akan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA. Jika terbukti bersalah, sanksi yang dijatuhkan dapat berupa denda hingga larangan beraktivitas bagi individu yang terlibat.
Murianews, Kudus – FIFA menegaskan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung secara jujur dan sportif. Badan sepak bola dunia itu menyatakan tidak menemukan bukti praktik pengaturan pertandingan selama turnamen.
Dilansir dari laman resmi FIFA, setelah muncul berbagai tudhuan terkait keputusan wasit sepanjang Piala Dunia 2026, badan sepka bola dunia ini melakukan beberapa evaualsi.
Terutaman terkait kontroversi yang mencuat oleh sejumlah pihak yang mempertanyakan kepemimpinan wasit pada sjeumlah peratandingan. Salah satunya protes paling keras dari Federasi Sepak Bola Mesir usai kalah 2-3 dari Argentina.
Federasi Sepka Bola Mesir meminta FIFA mengevaluasi dan bahkan mencoret tim wasit yang memimpin laga itu. Mereka menilai terdapat sejumlah keputusan yang dianggap merugikan timnya.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, juga melontarkan kritik tajam kepada FIFA. Ia menuding badan sepak bola dunia itu lebih berpihak kepada Lionel Messi dalam turnamen tersebut.
Perdebatan mengenai kontroversi wasit juga menjadi makin luas setelah akun Instagram Cristiano Ronaldo memberi tanda suka pada unggahan yang menuduh FIFA melakukan korupsi. Sehingga memnuculkan kontroversi lbeih luas di media sosial.
Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, memberikan bantahan tegas. Seluruh tudingan menenganai adanya pengaturan wasit tidaj memiliki dasar yang kuat dan bisa dibutukan.
Collina menegaskan seluruh perangkat pertandingan di Piala Dunia 2026 tlelah bekerja sesuai aturan. Menurutnya, integritas wasit tetap menjadi prioritas dalam setiap pertandingan internasional.
FIFA juga memaparkan hasil pemantauan yang dilakukan Satuan Tugas Integritas FIFA selama Piala Dunia 2026. Tim itu melibatkan berbagai lembaga internasional, termasuk FBI, INTERPOL, UNODC, Dewan Eropa, dan Asosiasi Integritas Taruhan Internasional.
Dibantah Semua...
Satuan tugas tersebut memantau aktivitas pasar taruhan dan jalannya pertandingan secara langsung. Seluruh data kemudian dianalisis untuk mendeteksi kemungkinan adanya manipulasi hasil pertandingan.
Hasil evaluasi menunjukkan tidak ditemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan. FIFA juga memastikan tidak ada indikasi pengaturan skor pada seluruh 104 pertandingan yang digelar selama turnamen.
Direktur Senior Integritas FIFA, Liam Rich, menyebut koordinasi lintas lembaga berjalan efektif. Menurutnya, sistem itu memungkinkan potensi risiko dideteksi dan ditangani lebih cepat.
Meski penyelidikan terkait dugaan pengaturan pertandingan telah ditutup, FIFA masih memproses dua kasus disiplin yang melibatkan Argentina. Kasus tresebut berkaitan dengan tindakan para pemain setelah laga semifinal dan final.
Argentina diselidiki setelah membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" usai semifinal melawan Inggris. Selain itu, beberapa pemain dan staf juga diperiksa terkait dugaan kreibutan setelah final menghadapi Spanyol.
Jaksa disiplin FIFA akan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA. Jika terbukti bersalah, sanksi yang dijatuhkan dapat berupa denda hingga larangan beraktivitas bagi individu yang terlibat.