Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Persipa Pati mendapat sanksi hukuman berupa denda sebesar Rp 25 juta. Hal ini berdasarkan hasil sidang dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang digelar Senin (5/2/2024).
Sanksi itu diberikan terkait pertandingan antara Persipa melawan Persiba Balikpapan yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (3/2/2024). Adapun jenis pelanggarannya adalah terjadi banyaknya penyalaan flare di beberapa titik Tribun yang dilakukan oleh penonton Persipa.
Dalam sidang Komdis itu, tim Persiba Balikpapan juga mendapat sanksi denda Rp 25 juta. Adapun jenis pelanggarannya, dalam pertandingan tersebut ada lima orang pemain yang mendapatkan kartu kuning.
Seperti diketahui, dalam lag aitu, Persipa Pati akhirnya memastikan bertahan di Liga 2 usai berhasil menumbangkan Persiba Balikpapan dengan skor tipis 1-0. Hasil ini memastikan klub berjuluk Laskar Saridin itu lolos dari degradasi.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati, Jawa Tengah itu, kedua tim bermain alot sejak awal laga. Tak ada gol di babak pertama. Persipa Pati baru bisa mencetak gol pada babak kedua.
Gol semata wayang itu dicetak melalui titik putih pada menit ke-58. Sebelumnya, pemain Persipa M Rifai Marsi dilanggar di kotak pinalti. Dengan penuh keyakinan, wasit menunjuk titik putih.
Gelandang serang Laskar Saridin Fendy Ninggar maju sebagai algojo. Dengan tenang, pemain bernomor punggung 27 itu berhasil menaklukkan kiper lawan. Stadion Joyokusumo pun bergemuruh dengan sorak-sorai, Patifosi, pendukung Persipa Pati. Apalagi gol ini telah memberi peluang bagi timnya lolos dari jurang degradasi.
Suporter Persipa pun meluapkan kegembiraannya. Mereka menyalahkan flare untuk merayakan hasil ini. Nyayian untuk punggawa Laskar Saridin didendangkan. Stadion kemudian berasap sekejap.
Caretaker Persipa Pati Agus Yuniardi pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai Persipa Pati bertahan di Liga 2. Pelatih ini menyatakan syukur dan mengapresiasi kinerja Sadly Ahmad cs.
”Saya ndak bisa berkata-kata. (Hanya bisa) ucap syukur Alhamdulillah. Apresiasi buat pemain yang bekerja keras dan tim manajemen. (Hasil) ini untuk masyarakat Kabupaten Pati dan Patifosi,” kata Agus, usai laga.



