Shin Tae-yong Resmi Dipecat PSSI sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Dani Agus
Senin, 6 Januari 2025 12:44:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kebersamaan Shin Tae-yong (STY) bersama Timnas Indonesia berakhir. Ini menyusul kepastian dipecatnya pria asal Korea Selatan itu sebagai pelatih timnas Indonesia.
Kepastian pemecatan STY itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/1/2025).
”Tentu kita mengucapkan terima kasih kepada kinerja coach STY selama ini. Hubungan saya sangat baik, dan kita lakukan yang terbaik untuk program-program yang dikehendaki,” ujar Erick.
Menurut Erick, Sumardji (manajer timnas Indonesia) sudah bertemu coach Shin Tae-yong tadi pagi. ”Dan coach Shin sudah menerima surat menyuratnya. Nanti ada proses berikutnya mengenai hubungan kita yang sudah berakhir,” jelasnya.
Menurut Erick, kalau dilihat, PSSI dalam 1,5 sampai dua tahun terakhir punya program konsisten. Di antaranya, kesukseskan bangun timnas putri, kejuaraan U17 dan U20. Pihaknya juga melakukan program secara transparan tanpa agenda tertutup.
”Tetapi tentu dinamika dari Timnas ini, perlu menjadi perhatian khusus, oleh kami dalam evaluasi. Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain, komunikasi yang baik dan implementasi yang lebih baik,” ujar Erick.
Erick menambahkan, keputusan ini bukan karena timnas ini milik siapa-siapa. Tetapi milik Indonesia.



