Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusPSIM Yogyakarta kemungkinan besar akan berkandang di Stadion Sultan Agung, Bantul pada kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Kemungkinan ini cukup terbuka setelah Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul dinyatakan layak dengan meraih nilai baik dalam asesmen kelayakan.

Proses asesmen sudah dilakukan oleh tim dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, dua pekan lalu.

Hasilnya pun ternyata membuka peluang PSIM setelah Stadion Sultan Agung meraih nilai 73,46 persen dengan kategori “baik”.

Tidak ditemukan kerusakan struktural mayor pada bangunan stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bantul itu.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menyambut baik hasil ini.

Alhamdulillah, Stadion Sultan Agung ini layak untuk digunakan pertandingan kompetisi dengan penonton,” kata Wendy Umar, dilansir dari laman PSIM.

Penilaian ini disebutnya menjadi angin segar di tengah kondisi belum ada kepastian terkait izin penggunaan Stadion Maguwoharjo di Sleman. Stadion Sultan Agung Bantul kini menjadi alternatif kuat sebagai markas Laskar Mataram pada BRI Super League 2025/2026.

Catatan Penting... 

”Kami juga harus mengantisipasi beberapa pertandingan yang kemungkinan besar tidak bisa dilakukan di Stadion Maguwoharjo,” ucap Wendy.

Dia juga menyebutkan, tidak menutup kemungkinan ke depan, juga akan tetap asesmen di Stadion Maguwoharjo sambil menunggu arahan dari pemerintah Kabupaten Sleman.

Hanya saja memang meski dinilai layak, tim asesor memberikan beberapa catatan penting yang harus segera diperbaiki. Salah satu yang utama adalah perbaikan sistem pintu masuk dan keluar stadion yang sudah korosi.

Selain itu, beberapa bagian atap tribun yang lepas dan pagar pembatas juga menjadi fokus perbaikan. Hal ini untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penonton saat laga berlangsung.

Kapasitas stadion juga dipastikan tidak bisa digunakan secara maksimal. ”Ada pembatasan kapasitas penonton yang tidak bisa maksimal pada saat pelaksanaan nantinya,” tegas Wendy.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler