Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Garudayaksa FC resmi memperkenalkan Milos Joksic sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi Super League 2026/2027.
Pengumuman ini disampaikan secara resmi melalui akun Instagram klub Garudayaksa FC. Dalam unggahannya, manajemen menyatakan kesiapan klub untuk memulai babak baru di bawah kepemimpinan pelatih anyar.
”Di balik setiap tim yang sukses terdapat pemimpin yang menyatukan orang-orang dengan tujuan dan keyakinan... Kami siap bekerja sama mencapai tujuan dan membangun tim yang bersaing dengan semangat, disiplin, dan ambisi,” tulis manajemen Garudayaksa FC, dilansir dari I.League.
Kehadiran jajaran kepelatihan baru ini membawa optimisme segar bagi Garudayaksa FC yang akan berlaga di kompetisi tertinggi Tanah Air.
Manajemen dan pendukung berharap rekam jejak serta pengalaman internasional yang dimiliki Milos Joksic dapat membawa tim tampil kompetitif dan meraih prestasi maksimal di musim mendatang.
Milos Joksic bukanlah nama baru di kancah sepak bola Asia Tenggara. Sebelum melanjutkan kariernya ke Indonesia, ia telah memiliki pengalaman panjang melatih di Thailand.
Joksic lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 26 Maret 1968. Peracik strategi berusia 58 tahun itu mengantongi Lisensi Pro UEFA dan dikenal kerap menerapkan formasi 4-3-3.
Karier kepelatihannya dimulai di Serbia ketika menangani sejumlah klub lokal, termasuk Radnicki Pirot, Srem, dan Palilulac Beograd. Setelah itu, ia memulai perjalanan di Asia dengan menerima kesempatan bekerja di Thailand.
Menembus Final Piala Liga Thailand...
Pada 2011, Joksic bergabung dengan Muangthong United sebagai asisten pelatih. Setahun berselang, ia dipercaya menangani Phuket sebagai pelatih sebelum kembali ke Serbia untuk membesut Mladenovac pada 2013.
Petualangannya di Thailand kembali berlanjut ketika memimpin Bangkok FC pada periode 2014 hingga 2015. Setelah itu, ia sempat menangani Pattaya United pada awal 2016 sebelum melanjutkan karier bersama Nakhon Ratchasima.
Nakhon Ratchasima menjadi klub yang paling lama ditanganinya sepanjang karier. Selama lebih dari tiga musim, Joksic memimpin 122 pertandingan dengan catatan 45 kemenangan, 31 hasil imbang, dan 46 kekalahan.
Selepas meninggalkan Nakhon Ratchasima pada 2019, ia sempat menangani Ratchaburi sebelum kembali ke Serbia bersama Radnicki Beograd. Pengalaman di dua negara tersebut semakin memperkaya rekam jejak kepelatihannya.
Pada 2023, Joksic kembali ke Muangthong United sebagai asisten pelatih sebelum dipercaya naik menjadi pelatih kepala pada November tahun yang sama.
Di bawah arahannya, Muangthong United menembus final Piala Liga Thailand musim 2023/2024 dan ia terpilih sebagai Pelatih Terbaik Thai League 1 edisi Maret 2024.
Karirnya kemudian berlanjut bersama Uthai Thani. Dalam dua periode kepemimpinannya, ia memimpin total 58 pertandingan di berbagai kompetisi sebelum mengakhiri masa tugas pada pertengahan 2026.



