Penuhi Standar Kelayakan, PSIM Fokus Pembenahan Stadion Sultan Agung
Dani Agus
Selasa, 28 Juli 2026 20:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – PSIM Yogyakarta tetap bermarkas atau homebase di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk mengarungi Super League 2026/2027.
Kepastian ini diperoleh setelah manajemen klub mencapai kesepakatan resmi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bantul, beberapa waktu lalu.
Manajemen Laskar Mataram menegaskan bahwa komitmen ini merupakan wujud sinergi berkelanjutan demi prestasi tim. Meski begitu, manajemen PSIM Yogyakarta perlu membenahi fasilitas Stadion Sultan Agung demi memenuhi standar kelayakan.
Langkah pembenahan berfokus pada dua aspek utama, yakni pencahayaan lapangan serta kelengkapan single seat di tribun penonton. Kebijakan pembenahan ini sudah menjadi perhatian dari manajemen PSIM sejak selesainya kompetisi musim lalu.
”Regulasi untuk kompetisi 2026/27 sudah diinformasikan I.League selaku operator liga secara langsung, sejak berakhirnya kompetisi musim lalu. Sejak saat itu, manajemen langsung berkoordinasi dengan Pemkab dan Dispora Bantul agar pembenahan yang perlu diupayakan bisa berjalan lancar,” kata Wendy Umar Seno Aji selaku manajer operasional PSIM.
Dikatakan, I.League juga telah melakukan inspeksi ke Stadion Sultan Agung pada Jumat (17/7) lalu dengan beberapa catatan perbaikan fasilitas. Salah satu yang ditekankan mengenai penambahan lux lampu dan jumlah single seat.
Manajemen Laskar Mataram sendiri berkomitmen penuh menyelesaikan pembenahan sebelum kompetisi resmi bergulir.
”Untuk memenuhi standar regulasi dari operator Liga, manajemen berkomitmen untuk mengupayakan berbagai perbaikan fasilitas di Stadion Sultan Agung,” ujar Wendy lagi.
Mendatangkan Material dari Luar Negeri...
Persyaratan ketat ditetapkan oleh operator liga guna memastikan kenyamanan serta keselamatan seluruh pihak. Setiap stadion yang akan dijadikan homebase tim harus memiliki daya pencahayaan minimal 1.600 lux dengan jumlah single seat 5.000.
Saat ini, jumlah daya lampu di SSA masih dikisaran 1.200 lux setelah pengecekan terakhir oleh I.League, sementara untuk single seat masih tercatat sejumlah 420.
Pengerjaan single seat sudah mulai direalisasikan di area tribun timur serta tribun barat (VIP). Manajemen menargetkan proses pemasangan seluruh unit kursi rampung pada bulan depan.
”Untuk pemasangan tambahan single seat sudah kita jalankan sejak awal bulan Juli ini dan diperkirakan selesai di pertengahan Agustus. Pemasangannya akan difokuskan di tribun timur dan tribun barat (VIP),” ungkap Wendy, dilansir dari laman I.League.
Sementara itu, pengerjaan sektor pencahayaan lapangan mulai memasuki tahap instalasi unit lampu baru.
Pengadaan lampu harus mendatangkan material khusus dari luar negeri serta sehingga memerlukan proses yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa dipasang.



