Catatan Perjalanan Persijap, Jangan Lupakan Kahudi Wahyu!
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 24 Februari 2025 14:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Diakui atau tidak, hasil itu membuktikan Kahudi sukses membuat pondasi pertahanan Persijap sangat kokoh. Namun secara mengejutkan, Kahudi dipecat Persijap Jepara dengan alasan yang tak terungkap.
Setelah mengakhiri kontrak dengan Kahudi, manajemen Persijap kemudian menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala. Dari 14 kali pertandingan Persijap mulai fase Regular Series, Championship Series atau babak delapan besar, Widodo meraih lima kemenangan, tujuh seri, dan dua kekalahan.
Dengan materi pemain relatif seadanya, Widodo berhasil membawa Laskar Kalinyamat merangsek ke papan atas. Hingga akhirnya berhasil meraih posisi runner up grup Y dan memperebutkan tiket promosi Liga 1 melawan PSPS asuhan Aji Santoso.
“Bagi kami, setiap pertandingan adalah final,” kata Widodo sebelum bertanding melawan Persela Lamongan pekan lalu.
Semangat itulah yang sekiranya membuat seluruh pemain Persijap selalu berjibaku di setiap pertandingan. Kerja keras Rakhmatsoh Rakhmatzoda, Indra Arya, Rizki Kinyun Hidayat, Fikron Afriyanto dan kawan-kawannya selama ini harus kembali ditunjukkan di pertandingan besok malam.
Sebagai mantan asisten pelatih Persijap, Widodo C Putro juga memiliki beban moral untuk membawa tim yang pernah dibelanya pada 2005 itu untuk kembali berlaga di kasta tertinggi Liga 1 Indonesia.
Editor: Budi Santoso



