Saat berhadapan dengan lawan-lawan dari luar negeri, Samsudin menilai semua lawan anak asuhnya berat. Sebab atlet taekwondo lawan tersebut sudah menjalani latihan dan pembinaan yang tentunya lebih mapan.
Samsudin telah berpesan kepada anak asuhnya agar tak berpuas diri dengan prestasi yang telah dicapai tersebut. Akan tetapi, dia terus memupuk semangat para atlet taekwondo Jepara agar bisa lebih gigih dalam berlatih.
"Mereka masih sangat muda. Masih sangat panjang perjalanan menuju masa depan. Pelatih selalu menyemangati mereka agar meraih prestasi yang lebih tinggi. Walaupun dengan peralatan yang sederhana, yang ada di dojan (tempat latihan JTC) kita," ujar dia.
Murianews, Jepara – Kabar membanggakan datang dari para atlet taekwondo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Ada sembilan atlet taekwondo Jepara yang berhasil berjaya di even internasional.
Sembilan atlet Taekwondo Jepara itu berlaga pada even Sport Tourism Taekwondo Open International Championship 2025 di Yogyakarta (3-5/10/2025). Even ini diikuti oleh para atlet Taekwondo dari Philipina, Malaysia, Timor Leste, Pakistan, Thailand dan Nepal.
Mereka adalah Sema Maryam Nusaibah, Louisa Sabiya Eleanora, Nova Adelia Putri Kurniawan, Fernanda Aditya Pradana dan Zaskiah Dewi Anjani, masing-masing meraih medali perunggu. Kemudian Veren Asyifa Firdausa, Belinda Yasmine Az Zahra dan Nayla Ramadhani, masing-masing meraih medali perak. Sedangkan Elvaretta Salma Abyucayya menyabet medali emas.
Atlet Taekwondo Jepara yang berjaya di Kejuaraan Internasional di Yogyakarta ini merupakan atlet didikan Jepara Taekwondo Center (JTC) Kabupaten Jepara. Pelatih sekaligus Manajer JTC, Achmad Samsudin menyampaikan, prestasi itu merupakan buah dari pola pelatihan yang berlangsung selama ini.
"Pola pembinaan yang kami lakukan dengan metode pendekatan tanpa paksaan. Jadi anak (atlet taekwondo Jepara) senang dengan program yang diberikan pelatih. Walaupun tidak semua program dijalankan. Hanya sekitar 60 persen. Kami selalu memberikan motivasi semangat untuk menjadi lebih maju," kata Samsudin, Selasa (14/10/2025).
Selain itu, prestasi di even internasional itu juga buah dari kesabaran dan kegigihan para atlet taekwondo Jepara dalam mengikuti berbagai even dari tingkat paling bawah. Baik di tingkat kecamatan, kabupaten, regional maupun nasional.
"Untuk menumbuhkan mental berani berhadapan dengan lawan, anak-anak ditempa dengan mengikuti berbagai even dari tingkat paling bawah," jelas Samsudin.
Lawan Luar Negeri...
Saat berhadapan dengan lawan-lawan dari luar negeri, Samsudin menilai semua lawan anak asuhnya berat. Sebab atlet taekwondo lawan tersebut sudah menjalani latihan dan pembinaan yang tentunya lebih mapan.
Samsudin telah berpesan kepada anak asuhnya agar tak berpuas diri dengan prestasi yang telah dicapai tersebut. Akan tetapi, dia terus memupuk semangat para atlet taekwondo Jepara agar bisa lebih gigih dalam berlatih.
"Mereka masih sangat muda. Masih sangat panjang perjalanan menuju masa depan. Pelatih selalu menyemangati mereka agar meraih prestasi yang lebih tinggi. Walaupun dengan peralatan yang sederhana, yang ada di dojan (tempat latihan JTC) kita," ujar dia.
Editor: Budi Santoso