Persijap Tutup Putaran Pertama dengan Kekalahan Memalukan dari Dewa
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 12 Januari 2026 21:29:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Untuk kesekian kalinya, Persijap Jepara dipermalukan oleh tamunya di kandang sendiri. Kali ini, menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Persijap dipermalukan dengan skor akhir 0-3.
Bukannya mendapatkan poin, di laga terakhir putaran pertama BRI Super League musim 2025/2026 ini, Laskar Kalinyamat justru mempersembahkan kekalahan memalukan kepada ribuan suporternya.
Turun dengan skuad seadanya, Persijap tampil buruk sejak awal laga. Lini depan tak punya visi, lini tengah tak punya kreativitas, dan lini belakang yang tak solid, disajikan anak asuh Divaldo Alves sejak wasit meniup peluit tanda babak pertama dimulai.
Sementara tim tamu, memulai permainan dengan sangat tenang dan rapi. Dengan hanya satu dua serangan, lini belakang Persijap langsung bisa diacak-acak.
Buktinya, baru pada menit ke 8, gawang Sendri Johansyah dibobol oleh Alexis Nahuel Messidoro. Gol itu berawal dari kesalahan Elvis Sakyi yang gagal mengendalikan bola di depan kotak pinalti.
Kebobolan satu gol membuat Persijap semakin tak karuan. Permainannya seperti tak ada gairah.
Belum sempat membangkitkan mental, Persijap kembali nyaris kebobolan. Pada menit ke 14, Stefano Jantje Lilipaly nyaris menjebol gawang Sendri. Umpan tarik yang ia terima gagal ditendang dengan sempurna. Beruntung, bola yang berada di depan gawang kosong, masih melambung di atas mistar.
Semua mentah...
Alexis Gomes, sempat beberapa kali mencoba membuat inisiatif serangan dari lini tengah. Namun semua mentah. Rosalvo Candido Junior dan Sudi Abdallah yang dipasang di lini depan, tampak tak bisa 'nyetel' dengan baik.
Pada menit ke 39, Alex Martin sukses mencetak gol dari skema serangan umpan pendek di dalam kotak pinalti. Lini belakang Persijap saat itu kocar kacir dan tampak kebingungan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan dua gol untuk tim tamu.
Memasuki babak ke dua, Persijap tak ada perubahan sedikitpun. Tampaknya, interuksi Divaldo di ruang ganti tak di dengar anak asuhnya.
Pasalnya, baru empat menit babak ke dua berjalan, Persijap kebobolan lagi. Kali ini, Stefano Jantje Lilipaly membayar tuntas kegagalannya di babak pertama. Lewat umpan Alex Marteen, Stefano sukses menjauhkan jarak skor Dewa United dari Persijap.
Divaldo sempat memasukkan pemain pengganti. Seperti Indra Arya, Wahyudi Hamisi dan Prince Patrick Kallon. Namun kehadiran mereka tak banyak memberikan perubahan.
Serangan-serangan yang dibangun dari dua sektor sayap lagi-lagi mentah. Tak ada peluang yang meyakinkan.
Kekalahan ini merupakan yang ke 12 kalinya bagi Persijap. Sebagai tim promosi, hasil ini sangat buruk.
Persijap kini masih bercokol di zona degradasi. Dari 17 kali laga, Laskar Kalinyamat hanya mengemas 2 kali kemenangan, 3 kali imbang dan 12 kali menelan kekalahan.
Editor: Anggara Jiwandhana



