Selama 21 kali turun laga, dia mencatat 1 gol. Akurasi umpannya mencapai 78 persen per pertandingan. Dengan kemampuan itu, Rendi kerap menjadi pemecah situasi ketika Persijap berada di bawah tekanan.
Selama 15 pertandingan yang dia jalani, dia berhasil membukukan satu asist. Dengan tinggi badan 182 sentimeter, Tiri yang sering terlihat dingin di lapangan, selalu menjalankan perannnya dengan maksimal.
Murianews, Jepara - Persijap Jepara masih sangat senyap untuk menyiapkan diri menyongsong Super League musim depan. Namun ada sejumlah pemain lama yang masih layak dipertahankan.
Laskar Kalinyamat berhasil finis di posisi ke 13 klasmen akhir BRI Super League musim 2025/2026. Padahal, sejumlah pihak memprediksi, sebagai tim promosi, Persijap berpeluang terdegradasi musim ini.
Dengan memaksimalkan seluruh momentum, akhirnya Persijap berhasil membungkam prediksi-prediksi itu. Persijap bahkan menutup musim dengan sangat manis. Yakni menahan imbang juara bertahan, Persib Bandung di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA).
Persijap bahkan menjadi satu-satunya tim yang belum bisa dikalahkan Maung Bandung. Kualitas permainan di partai puncak itu banyak menuai pujian buat klub kebanggaan warga Jepara.
Para suporter pun memuji ketangguhan para pemain. Bahkan di berbagai unggahan media sosial, para suporter ingin manajemen mempertahankan sejumlah pemain untuk musim depan.
Berikut ini pemain-pemain yang layak dipertahankan Persijap versi Murianews.com:
Iker Guarrotxena
Pemain yang bergabung pada putaran ke dua ini faktanya telah memberikan kontribusi luar biasa. Meski posisinya sebagai striker, ketika di lapangan, Iker lebih sering terlihat sebagai play maker.
Iker sudah bermain 15 kali untuk Persijap dengan catatan 4 gol dan satu asist. Hanya saja, Iker yang kini memasuki usia 34 tahun, perlu ditopang pemain lebih muda untuk bisa lebih akseleratif.
Carlos Franca
Pemain asal Brazil ini sudah bergabung dan menjadi primadona di Jepara sejak putaran pertama. Dia sudah bermain 30 kali dengan torehan 10 gol dan 2 asist.
Franca layak dipertahankan karena telah terbukti kualitasnya. Dengan kecepatan di atas rata-rata pemain Persijap, dia sering diplot sebagai ujung tombak oleh pelatih.
Borja Herrera...
Borja Herrera
Pemain kelahiran Spanyol ini sudah turun di 14 laga. Dia sukses mencetak dua gol. Herrera masih dibutuhkan untuk memperkuat lini tengah Persijap. Kemampuannya mengantisipasi serangan lawan dan menciptakan serangan balik masih layak dipertahankan.
Wahyudi Hamisi
Pemain berusia 28 tahun ini sudah turun di 29 laga Persijap. Meskipun tidak membukukan gol, kehadirannya selama semusim lalu sangat krusial.
Hamisi memang dikenal sebagai pemain yang tanpa basa-basi saat menghalau serangan lawan. Tak jarang, dia juga berani melakukan halauan-halauan dengan sangat keras. Maka tak mengherankan jika sepanjang musim lalu, dia mengantongi 9 kartu kuning dan dua kartu merah.
Dicky Kurniawan
Pemain muda berusia 23 tahun ini sudah bermain di 21 pertandingan Persijap. Dia membukukan 2 gol dan 4 asist. Dengan kecepatan yang dia miliki, sayap kanan itu kerap mengacak-acak pertahanan lawan.
Rendi Saepul
Pemain berusia 21 tahun ini berposisi sebagai sayap kanan Persijap. Dia kerap menjadi opsi menggantikan posisi Dicky Kurniawan.
Selama 21 kali turun laga, dia mencatat 1 gol. Akurasi umpannya mencapai 78 persen per pertandingan. Dengan kemampuan itu, Rendi kerap menjadi pemecah situasi ketika Persijap berada di bawah tekanan.
Jose Louis
Pemain Spanyol yang akrab disapa Tiri ini bergabung dengan Persijap pada putaran ke dua. Dia dipasangkan dengan Diogo Brito sebagai bek tengah.
Selama 15 pertandingan yang dia jalani, dia berhasil membukukan satu asist. Dengan tinggi badan 182 sentimeter, Tiri yang sering terlihat dingin di lapangan, selalu menjalankan perannnya dengan maksimal.
Diogo Brito...
Tiri berhasil menjadi tembok kokoh lini belakang Persijap. Total menang duel per pertandingan mencapai 52 persen, lalu menang duel udara 66 persen per pertandingan. Akurasi umpan per pertandingan mencapai 83 persen.
Diogo Brito
Pada putaran pertama, Diogo tidak memiliki tandem yang tepat. Sehingga perannya tak begitu maksimal. Setelah mendapat tandem Tiri, kualitasnya terlihat. Dengan postur 190 sentimeter, dia kerap memenangi duel-duel atas bagi Persijap.
Dalam 33 pertandingan yang dia jalani, Brito sukses mencetak 1 gol dan 1 asist. Akurasi umpan per pertandingan mencapai 83 persen, total menang duel 51 persen dan menang duel udara 65 persen.
Aly Ndom
Pemain asal Prancis yang baru bergabung di putaran ke dua ini memiliki postur tinggi besar 190 sentimeter. Gelandang bertahan ini biasa menjadi opsi pelatih ketika Persijap memainkan strategi bertahan. Ketenangannya di lapangan sering memberikan efek mental para pemain.
Aly juga pernah dipasang sebagai bek tengah ketika Tiri absen bermain. Hasilnya memuaskan. Dia sukses menjalankan perannya dengan baik. Akurasi umpan per pertandingan mencapai 85 persen, menang duel 54 persen dan menang duel udara 67 persen.
Rahmat Hidayat
Pemain berusia 23 tahun ini sebenarnya berposisi sebagai bek kanan. Namun dia sering melakukan penetrasi dan membantu serangan di Persijap. Rahmat sudah bermain 31 kali. Akurasi umpan per pertandingan mencapai 83 persen, menang duel 35 persen dan menang duel udara 42 persen.
Najeeb Yakubu
Pemain berusia 26 tahun ini sesungguhnya bisa bermain di banyak posisi. Seperti bek kanan atau kiri hingga sayap. Dengan modal kecepatan tinggi, Najeeb sering membantu serangan hingga menjaga lini belakang.
Sendri Johansyah...
Meskipun belum pernah mencetak gol, statistik Yakubu cukup memuaskan di Persijap. Akurasi umpan per pertandingan mencapai 83 persen, total menang duel 42 persen dan menang duel udara 44 persen.
Sendri Johansyah
Pemain berusia 32 tahun ini terbilang sebagai salah satu pemain paling senior di Persijap. Dari 19 laga, 22 gol sudah bersarang ke gawangnya. Namun, dia berhasil clean sheet di tujuh pertandingan.
Demikian 12 pemain Persijap Jepara yang layak dipertahankan untuk mengarungi Super League musim depan versi Murianews.com. Adapun data-data statistik para pemain itu dirangkum dari Sofascore.
Sementara itu, Agus Supriyanto, Ketua DPP Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati) Jepara, menilai manajeme seharusnya mempertahankan mayoritas pemain lama untuk musim depan.
"Harusnya (mempertahankan) 70 persen dari skuad kemarin. Tinggal penambahan lini depan dan wing back," ujar Agus, Kamis (4/6/2026).
Editor: Budi Santoso