Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Dua atlet PTM Sukun lolos seleksi nasional Asian Youth 2025 di Bahrain. Keduanya adalah Dafi Nanda Fahreza Putra dan Mohammad Zeldan Jabal Tharikh.

Dafi merupakan siswa kelas sembilan SMPN 3 Kudus putra kedua pasangan Sudardi dan Nafi’ati asal Kabupaten Pati yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang kerupuk keliling.

Sedangkan Zeldan adalah siswa kelas sepuluh SMAN 2 Bae asal Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia merupakan putra kedua dari pasangan Nandang Kusna Utama dan Heni Handayani yang berprofesi sebagai pedagang kelontong. 

Pelatih PTM Sukun Frengky Setyo Prabowo mengatakan, pada seleknas kali ini PTM Sukun mengirimkan tujuh atletnya meliputi lima putra dan dua putri.

Dafi Nanda Fahreza, Alden Falahi Catra, Mochamad Zeldan Tharikh, I Kadek Bryan, Muhamad Daffa Alghifari dari sektor putra dan Karinza Matahari serta Nabila Fikriah di sektor putri.

”Pada sektor putra mereka bersaing dengan 84 atlet dari seluruh Indonesia, sementara di sektor putri mereka bersaing dengan 80 atlet,” terangnya kepada Murianews.com, Minggu (3/7/2025) malam.

Ia menyatakan, para atlet bersaing dengan sangat maksimal. Dari tujuh yang dikirim, enam di antaranya berhasil lolos di fase delapan besar. Namun , sangat disayangkan dari target lima atlet lolos hanya dua yang bisa terpenuhi.

Frengky mengungkapkan, pada sektor putri seharusnya bisa lolos semua. Namun, kedua atletnya malah tergelincir dan kalah tipis sekali.

”Nabila poinnya sama, kalah head to head. Karinza itu diposisi lima. Seharusnya mereka bisa masuk tapi kita kurang beruntung,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil seleksi ini kurang memuaskan karena target yang dituju belum tercapai. Pihaknya mengaku telah memberikan segala kemampuan dan kekuatan untuk meraih hasil maksimal tapi ternyata takdir berkata lain.

Evaluasi... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler