Kini timnya fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya agar tetap berada dijalan yang sesuai harapan. Di Sukun Youth Series III, dirinya menilai ada kualitas pemain yang tidak terduga.
”Banyak juga pemain-pemain yang luar biasa dari beberapa daerah,” pungkasnya.
Sukun Youth Series III berlangsung pada Kamis-Minggu (13-15/2/2026) yang diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Turnamen tenis meja ini digelar di Sukun Sport Center, Kudus.
Murianews, Kudus – Sukun Youth Series III season 2025-2026 pada pertandingan hari pertama, Jumat (13/2/2026) di Sukun Sport Center berlangsung ketat. Pemain kelas dunia yang memmbela dalam PTM Banom HIPMI Jateng merasa tertantang dengan atmosfer pertandingan.
Pelatih PTM Banom HIPMI Jateng, Michael Lim menyatakan, dua pemainnya yakni Lai Yong Han dan Lai Yong Ren membutuhkan waktu adaptasi untuk menjalani laga di hari pertama. Ia melihat ada perbedaan atmosfer dari Sukun Youth Series ini dengan turnamen di luar negeri.
”Lai Yong Han berbicara kepada saya tadi, di Indonesia seperti sebuah lingkungan baru, mungkin pemain memiliki cara main yang berbeda, perlu beradaptasi. Kalau Lai Yong Ren lebih cepat adaptasi. Ini sebuah tantangan bagi mereka berdua,” tegasnya, Jumat (13/2/2026) di Arena Sukun Youth Series.
Meskipun demikian, Michael menyebutkan, pertandingan Sukun Youth Series hari ini cukup dingin. Pemain-pemainnya yang memiliki kualitas dunia itu masih mampu menguasai pertandingan demi pertandingan.
Pertandingan di Sukun Youth Series III yang dijalani PTM Banom HIPMI Jateng pada hari pertama ini masih membuahkan hasil maksimal. Pada kategori U15 maupun U19 , dapat diatasi dengan baik sehingga masih diberikan kemenangan.
”Atmosfer pertandingan hari ini cukup dingin, sementara ini mereka sudah mulai mampu melakukan adaptasi, itu hal yang bagus,” terangnya.
Pada Sukun Youth Series seri ini, Michael menilai kategori yang dimungkinkan sulit dan sangat kompetitif adalah U19. Menurutnya persaingan pada kategori tersebut lebih susah melihat beberapa atlet yang akan dihadapi.
Kualitas Tak Terduga...
Kini timnya fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya agar tetap berada dijalan yang sesuai harapan. Di Sukun Youth Series III, dirinya menilai ada kualitas pemain yang tidak terduga.
”Banyak juga pemain-pemain yang luar biasa dari beberapa daerah,” pungkasnya.
Sukun Youth Series III berlangsung pada Kamis-Minggu (13-15/2/2026) yang diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Turnamen tenis meja ini digelar di Sukun Sport Center, Kudus.
Editor: Budi Santoso