Sukun Youth Series III Selesai, Alternatif Kompetisi Usia Junior
Muhamad Fatkhul Huda
Senin, 16 Februari 2026 08:51:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kejuaraan Tenis Meja Sukun Youth Series III Season 2025–2026 menegaskan posisinya sebagai salah satu alternatif kompetisi bagi atlet tenis meja usia junior di Indonesia. Setelah menuntaskan tiga seri sepanjang musim ini, turnamen yang digelar di Sukun Sport Center, Kudus, dinilai memberi ruang penting bagi pembinaan atlet muda.
Corporate Secretary PT Sukun Wartono Indonesia, Deka Hendratmanto menyampaikan, kehadiran kompetisi seperti ini menjadi pelengkap dari sistem latihan yang selama ini dijalankan klub. Diharapkan ke depan bisa berkembang menjadi turnamen yang bisa memberi sumbangsih nyata bagi pembinaan tenis meja nasional.
”Tentunya ini menjadi inspirasi buat adik-adik usia muda agar mereka bisa terus membangun mimpi-mimpinya untuk bisa menjadi seorang atlet internasional. Melalui banyak kompetisi, tidak bisa hanya melakukan pembinaan dan latihan terus-menerus. Sukun Youth Series ini adalah salah satu alternatif saja dari sekian banyak kompetisi yang ada,” ujarnya.
Menurut Deka, atmosfer pertandingan yang kompetitif di Sukun Youth Series memberi pengalaman berbeda bagi atlet junior. Mereka tidak hanya bertanding dengan pemain dari berbagai daerah, tetapi juga mendapat kesempatan merasakan persaingan dengan peserta dari luar negeri pada seri kali ini.
Kehadiran pemain asing di Sukun Youth Series juga membawa tantangan baru, menambah semangat untuk mengembangkan diri. Atlet bisa belajar gaya bermain yang berbeda, sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan mereka.
”Dari sini para atlet bisa mengetahui seperti apa gaya dan kualitas pemain luar negeri. Begitu juga dari luar negeri ingin mengetahui gaya bermain di sini sehingga ada mutualisme, saling mempelajari, saling belajar, tentu dalam hal kebaikan,” ternagnya.
Pembinaan Lanjutan...
- 1
- 2



