Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Salah satu kelompok suporter Persipur Purwodadi Garas mengklarifikasi kerusuhan yang terjadi pada Minggu (19/11/2023) sore di Stadion Krida Bhaktir Purwodadi. Garas menyatakan, kerusuhan dipicu suporter dari PSIK Klaten, yakni Klaten Boys, bukan Garas.

Ketua Garas Guntur menjelaskan, para suporter Klaten Boys memang berada satu tribun dengan Garas, yakni di tribun timur sebelah utara. Dua suporter Klaten Boys kemudian mendatangi sudut tribun barat tempat suporter Persipur bernama 69.

”Ketika pertandingan, suporter 69 sudah say war ke Klaten Boys. Kemudian dari Klaten Boys turun ke lapangan, steward tidak bisa ngatasi. Akhirnya lolos sampai ke tribun 69, ngece (mengejek), panas, akhirnya terjadi keributan,” kata Guntur, Selasa (21/11/2033).

Guntur mengaku pihaknya sudah mengimbau kepada suporter Klaten Boys agar tidak bikin panas. Ketika kemudian tetap terjadi provokasi tersebut, hal itu menurutnya sudah di luar kendalinya.

Selain itu, Guntur pun sudah melarang para anggota Garas untuk ikut campur dalam keributan tersebut. Sebab, Garas memang tidak punya masalah dengan 69.

”Kami sudah imbau ke mereka (Klaten Boys). Kami juga sudah larang teman-teman ikut ribut, karena memang tidak punya masalah sama 69,” paparnya.

Sebelumnya, diberitakan pertadingan Persipur vs PSIK Klaten berakhir tanpa tambahan waktu dengan skor 0-0. Hal itu menyusul kerusuhan yang terjadi antar suporter pada menit ke-90.

Pengawas pertandingan menyebut pemicu kejadian itu adanya suporter Garas yang memprovokasi suporter 69. Bekalangan diketahui, suporter tersebut ternyata dari Klaten Boys. 

Editor: Supriyadi

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler