Legenda PSIS Tugiyo Turun Gunung, Latih Persipur Purwodadi
Saiful Anwar
Rabu, 5 November 2025 20:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Saat ditanya apa yang akan dilakukan untuk Persipur, ia tak berkata banyak. Ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Persipur.
”Yang penting memberikan yang terbaik,” katanya.
Eks penyerang Mahesa Jenar itu bercerita, PSIS merupakan tim terakhir yang dibelanya untuk Liga kasta tertinggi di Indonesia. Setelahnya, ia membela tim kasta kedua sebelum akhirnya pensiun antara tahun 2005-2006.
”Saya terakhir main antara 2005-2006. Terakhir tim Liga 1-nya PSIS, setelahnya di Kendal, Pekalongan, dan terakhir di Kuningan,” tandasnya.
Tugiyo merupakan pemain yang namanya melejit usai membawa PSIS Semarang juara Liga teratas Indonesia pada musim kompetisi 1999.
Ia mencetak gol satu-satunya di final dalam laga melawan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0. Gelar juara itu juga sekaligus gelar terakhir PSIS Semarang di kompetisi Liga teratas Indonesia.
Editor: Cholis Anwar



