Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) secara mengejutkan resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala tim nasional mereka, Herve Renard.
Keputusan ini diambil hanya kurang dari dua bulan sebelum kick-off Piala Dunia 2026 dimulai, memicu tanda tanya besar terkait stabilitas internal timnas Arab Saudi.
Renard, yang baru kembali menakhodai Arab Saudi pada akhir 2024 menggantikan Roberto Mancini, sebenarnya sukses menjalankan misi membawa negara tersebut lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya.
Namun, masa jabatan pelatih asal Prancis ini berakhir lebih cepat di tengah persiapan intensif menuju Amerika Serikat.
Meski dipecat di waktu yang krusial, Herve Renard menanggapi keputusan federasi dengan sikap profesional.
Pelatih berusia 57 tahun tersebut menegaskan kebanggaannya telah berkontribusi membawa Arab Saudi bersaing di level tertinggi sepak bola dunia dalam dua periode kepemimpinannya.
Selama menangani Arab Saudi, Renard mencatatkan tinta emas, termasuk saat menumbangkan Argentina di Piala Dunia 2022.
Pengalamannya yang luas, mulai dari menjuarai Piala Afrika hingga melatih timnas putri Prancis, menjadikannya salah satu pelatih paling disegani di kawasan Timur Tengah.
Tinta Emas...
”Itulah sepak bola. Arab Saudi sudah tujuh kali lolos ke Piala Dunia, termasuk dua kali bersama saya,” ujar Herve Renard menanggapi pemecatan dirinya, seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (17/4/2026).
Pemecatan ini menempatkan Arab Saudi dalam posisi sulit. Di Piala Dunia 2026, mereka tergabung di Grup H yang dihuni oleh kekuatan besar seperti Spanyol dan Uruguay, serta tim kuda hitam Tanjung Verde. Seluruh pertandingan fase grup dijadwalkan akan berlangsung di stadion-stadion megah Amerika Serikat.
Absennya Renard memaksa SAFF bergerak cepat mencari pengganti yang mampu beradaptasi dalam waktu singkat.
Ambisi besar Arab Saudi tidak hanya terbatas pada pencapaian di edisi 2026, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan jangka panjang mereka untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 mendatang.
”Renard sebelumnya sempat meninggalkan tim untuk menangani tim nasional putri Prancis sebelum kembali menggantikan Roberto Mancini yang hanya bertahan 14 bulan,” tulis laporan terkait dinamika kursi kepelatihan Arab Saudi.
Hingga saat ini, SAFF belum mengumumkan siapa suksesor yang akan memimpin tim berjuluk Green Falcon tersebut.



