Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana menjadi gudang atlet dayung di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mayoritas atlet dayung Bumi Mina Tani berasal dari desa yang dialiri Sungai Juwana.

Kepala Desa Kedungpancing Didik Warnadi memaparkan dari ratusan atlet dayung di Kabupaten Pati sekitar 90 persennya berasal dari desanya.

”Dari 100 persen atlet dayung di Pati, 90 persennya itu berasal dari Desa Kedungpancing ini. Baik remaja maupun dewasa,” ujar Didik, Selasa (15/4/2025).

Ia pun menyebut, bahwa Desa Kedungpancing juga menjadi basecampnya Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pati. Sehingga, di tempat terdapat banyak perahu.

Begitu pun dengan atlet dayung, Desa Kedungpancing memiliki aset yang banyak. Mereka telah dikirim untuk mengikuti kejuaraan di berbagai tingkatan. Di antaranya, Popda, Porprov, PON hingga Sea Games.

Banyaknya atlet dayung yang lahir di Desa Kedungpancing ini lantaran geografis desa tersebut sangat strategis. Desa ini dilewati Sungai Juwana. Ini memicu bertumbuhnya perahu dan membuat pemuda desa menekuni olahraga dayung.

Tak hanya itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungpancing juga mendukung perkembangan olahraga dayung. Mereka membuat event perlombaan di sejumlah momen.

Sedakah laut...

Salah satunya sedekah laut yang digelar usai hari raya Lebaran. Pada Selasa (8/4/2025) pekan lalu, mereka menggelar lomba dayung perahu naga di Sungai Juwana.

Sebanyak 80 atlet dayung unjuk gigi dalam festival budaya tersebut. Puluhan atlet tersebut terbagi dalam 10 tim. Setiap tim beranggotakan 8 personel. Dengan rincian 6 pendayung, 1 juru mudi, dan 1 penabuh drum yang memompa semangat para atlet.

Mereka beradu kecepatan di sungai yang juga bernama Sungai Juwana tersebut. Para atlet tampak cekatan mamacu perahu naga agar menjadi yang terdepan.

”Lomba ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menjaga tradisi leluhur. Meskipun arus cukup deras, semangat peserta tidak surut,” pungkas Didik Warnadi.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler