Tendangan Kungfu Warnai Piala Soeratin di Pati, 1 Pemain Masuk RS
Umar Hanafi
Selasa, 28 Juli 2026 15:28:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemain sepak bola menendan pemain lawan lain dengan tendang kungfu geger di media sosial. Bahkan korban dikabarkan sampai masuk rumah sakit.
Usut punya usut, insiden memilukan itu ternyata terjadi dalam gelaran Piala Soeratin U-17 di Lapangan Gelora Bung Karno, Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Senin (27/7/2026) sore.
Berdasarkan video yang beredar, seorang pemain tega melakukan tendangan Kungfu ke pemain lawan. Awalnya muncul perseteruan antara pemain kedua kesebelasan.
Tiba-tiba, seorang pemain yang mengenakan jersey terang lari dan menendang seorang pemain yang memakai jersey gelap. Belum diketahui penyebab insiden tersebut.
Video lainnya memperlihatkan seorang pemuda yang diduga korban tendangan Kungfu tersebut dirawat di sebuah rumah sakit. Tangan lelaki yang bernama Rama Jangkar dari pemain BLJ 2000 tersebut diperban diduga mengalami patah.
Kronologi...
Usut punya usut, insiden tersebut terjadi di Lapangan Gelora Bung Karno, Mojoagung yang mempertemukan antara BLJ 2000 dengan Universitas Safin Pati. Hasil akhir sama kuat, 1-1.
Ketua Askab PSSI Pati Dian Dwi Budianto menyayangkan insiden tendangan kungfu di Piala Soeratin di Pati tersebut. Menurutnya, kejadian itu tak perlu terjadi. Apalagi dalam kompetisi kelompok umur (KU)
”Kami sangat menyayangkan ya. Karena ini masih dalam kelompok umur, kami berharap komdis PSSI Jateng menindaklanjuti. Karena ini piala soeratin ranah Asprov,” kata Dian kepada Murianews.com, Selasa (28/7/2026).
Ia pun berharap pelaku mendapatkan hukuman dan kejadian tersebut tidak terulang lagi. Dirinya juga meminta semua pihak mengedepankan fairplay.
”Saya harap tidak terjadi lagi. ini menyederai fair play. Baru umur segini saja sudah kayak gini, apalagi nanti kalau senior. Kami belum dapat laporan. Baru tadi pagi saya lihat video. Ayolah kita membangun sepakbola indoensia dari ranah dini,” tandas dia.
Editor: Anggara Jiwandhana



