Kejuaraan Bulu Tangkis Simpang Tujuh Master Jadi Ajang Pembibitan
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 23 April 2024 11:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kejuaraan Bulu Tangkis Simpang Tujuh Master XIII di Kudus telah digelar sejak Senin (22/4/2024) hingga Sabtu (27/4/2024) di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Ajang tersebut menjadi tolak ukur pembinaan bulu tangkis.
Kejuaraan Bulu Tangkis Simpang Tujuh Master XIII diikuti peserta SD/MI se-Karesidenan Pati. Kejuaraan ini mempertandingkan nomor beregu siswa-siswi SD/MI se-Kabupaten Kudus. Sedangkan nomor perorangan diikuti siswa-siswi SD/MI se-Karesidenan Pati.
Ketua Pelaksana Kejuaraan Bulu Tangkis Simpang Tujuh Master XIII Widhoro Heriyanto mengatakan, kejuaraan di tingkat usia dini dirasa bagus.
”Adanya kejuaraan semacam ini merupakan hal yang bagus untuk pembinaan usia dini,” katanya, Selasa (23/4/3024).
Dia menambahkan, adanya kejuaraan bulu tangkis di tingkat SD/MI dapat meningkatkan kemampuan atlet. Selain itu agar atlet tidak jenuh berlatih.
”Kalau ada kejuaraan, atlet tidak bosan karena ada wadah untuk unjuk gigi. Kalau hanya latihan saja pasti bosan,” sambungnya.
Adanya wadah untuk bertanding dapat menjadi tolak ukur bagi atlet. Yakni untuk mengetahui kemampuannya dengan kemampuan atlet dari daerah lainnya.
”Dengan adanya kompetisi maka mereka tahu kemampuan lawannya di luar sana,” terangnya.
Widhoro menilai format beregu di ajang ini merupakan inovasi yang baik. Menurutnya nomor beregu di usia dini jarang dipertandingkan.
”Adanya nomor tanding beregu ini bisa dimanfaatkan agar atlet mengetahui mekanisme pertandingannya. Kalau nomor perorangan kan sudah banyak ya,” ujarnya.
Dia berharap dengan adanya Kejuaraan Bulu Tangkis Simpang Tujuh Master XIII dapat memunculkan bibit bulu tangkis terbaik. Sehingga dapat menjadi penerus di masa yang akan datang.
”Semoga dari ajang ini bisa memunculkan atlet terbaik untuk masa yang akan datang,” imbuhnya.
Editor: Dani Agus



