Piala Sudirman 2025: PBSI Layangkan Protes ke BWF, Ini Gara-garanya
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 2 Mei 2025 14:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Cina – PP PBSI melayangkan protes kepada Badminton World Federation (BWF) atau Federasi Bulu Tangkis Dunia. Penyebabnya karena kepemimpinan wasit di laga Indonesia menghadapi Denmark pada ajang Piala Sudirman 2025.
Kabid Humas PP PBSI Yuni Kartika mengatakan, PP PBSI melalui Kabid Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto melayangkan protes kepada BWF.
Protes tersebut berkaitan dengan insiden yang terjadi di Sudirman Cup pada pertandingan Indonesia melawan Denmark. Tepatnya saat pasangan ganda campuran Rinov/Gloria berhadapan dengan Jesper Toft/Amalie Magelund.
Di mana, pada game 1 saat kedudukan game point 21-20 untuk Denmark, Rinov melepaskan shuttlecock yang keluar tetapi oleh wasit Victor Wong dari Hongkong.
”Shuttlecock tersebut dinyatakan terkena raket Rinov (touch). Sehingga Rinov/ Gloria kalah 20-22,” katanya melalui keterangan tertulis dari PP PBSI, Jumat (2/5/2025).
Ia menambahkan, keputusan wasit tersebut merugikan Indonesia. Terlebih pada tayangan video terlihat jelas shuttlecock tidak mengenai raket Rinov.
”Keputusan itu sangat merugikan Indonesia karena terlihat sangat jelas shuttlecock tidak mengenai raket Rinov,” sambungnya.
Ia menambahkan, PP PBSI telah menyampaikan surat protes. Selain itu juga menyertakan bukti rekaman pertandingan.
Bukti Rekaman...
- 1
- 2



