Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Dortmund – Borussia Dortmund belum lama ini memecat Nuri Sahin dari kursi pelatih utama. Tak butuh lama, Dortmund pun menunjuk Niko Kovac sebagai pengganti Nuri Sahin.
Pelatih asal Kroasia itu bakal menangani Dortnmun dengan durasi kontrak Juni 2026. Ia pun telah memimpin latihan di Dortmund-Brackel, Dortmund, Minggu (2/2/2025) waktu setempat.
”Niko Kovac telah memulai tugasnya sebagai pelatih kepala Borussia Dortmund. Pria berusia 53 tahun yang baru saja menandatangani kontrak dengan BVB hingga musim panas 2026, tiba di tempat latihan di Dortmund-Brackel pada Minggu pagi,” tulis laman resmi Borussia Dortmund, Senin.
Meski sudah memimpin latihan, eks pelatih Bayern Muenchen itu belum diperkenalkan ke publik secara resmi. Klub baru menjadwalkannya pada Selasa (4/2/2025) waktu setempat untuk mengenalkan Niko ke Signal Iduna Park.
Nantinya, ia akan dibantu Robert Kovac dan Filip Tapalovic sebagai asistennya. Ia pun diharapkan dapat menangkat Dortmund kembali ke persaingan papan atas Liga Jerman.
Saat ditangani Nuri Sahin sendiri, Dortmund cukup terseok-seok. Saat ini, klub berjuluk Hitam Kuning itu masih terjerat di peringkat ke-11 dengan koleksi 29 poin.
Kondisi ini cukup kontras dengan rivalnya yang kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 51 poin.
Kovac mempunyai waktu kurang lebih lima hari untuk menyiapkan tim untuk menghadapi VfB Stuttgart di lanjutan Liga Jerman yang berlangsung di Signal Iduna Park. Laga itu menjadi pijakan Kovac untuk membangkitkan kembali Dortmund ke persaingan papan atas di sisa kompetisi.



