Patrick Kluivert Dikritik Keras Mertua Arhan, Dibandingkan dengan STY
Zulkifli Fahmi
Jumat, 4 Juli 2025 20:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert mendapatkan kritikan tajam dari anggota DPR RI Andre Rosiade. Mertua Arhan Pratama itu menyoroti kekalahan telak laga Indonesia vs Jepang.
Laga terakhir babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 itu, Indonesia hanjur 0-6 di markas Jepang. Setelah kekalahan itu, Andre Rosiade menyebut Kluivert justru langsung jalan-jalan ke Kyoto.
Padahal, lanjut pria yang menantunya menjadi pemain kesayangan Shin Tae-yong itu, para suporter Timnas Indonesia tengah bersedih dan kecewa.
”Saya sengaja bongkar sekarang supaya publik paham kondisi psikologis kita semua,” ujarnya, seperti dikutip dari Detik.com, Jumat (4/7/2025).
Menurutnya, harusnya Patrick Kluivert langsung melakukan evaluasi langsung. Namun, Patrick Kluivert justru pergi jalan-jalan ke Kyoto, lusa usai kekalahan itu.
Politisi Partai Gerindra itu juga menyoroti fasilitas yang diberikan pelatih asal Belanda itu selama menangani Timnas Indonesia.
”Fasilitas apa sih yang kurang bagi kepelatihan Patrick Kluivert dkk ini, apa? Mohon maaf kalau Shin Tae-yong 5 atau 9 saya nggak tahu timnya, tapi kalau Patrick ini 14 orang, mereka dari luar negeri difasilitasi tiket business class. Kalau zamannya Shin Tae-yong, Korea informasi ordal saya itu hanya mendapatkan tiket Business class itu setahun hanya dua kali dibiayai PSSI ke Korea, dua kali setahun,” kata Andre.
Lebih Banyak di Eropa...
- 1
- 2



