Dukung Pordasi, Jateng Bakal Jadi Pusat Olahraga Berkuda
Zulkifli Fahmi
Minggu, 21 September 2025 17:24:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Provinsi Jateng direncanakan menjadi pusat olahraga berkuda, khususnya pada nomor pacuan kuda dan equestrian. Rencana itu akan diwujudkan pembangunan trek pacuan kuda bertaraf internasional di Kabupaten Batang, Jateng.
Ketua Umum PP Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Aryo Djojohadikusumo mengatakan, pihaknya bersama Pemprov Jateng berkomitmen menjadikan Jateng pusat olahraga pacuan kuda di Indonesia.
Usai pelantikan Pengurus Provinsi Pordasi Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Sabtu (20/9/2025), Aryo mengatakan, rencananya, pusat olahraga berkuda itu akan menempati lahan sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Ia mengungkapkan, saat ini mitra Pordasi dengan pengelola KITB atau yang juga disebut sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang itu telah menjalin kesepakatan.
”Nanti di areal khusus pariwisata, akan dikembangkan sportainment yang mencakup pacuan kuda, polo berkuda, equestrian, berkuda memanah. Ini akan menjadi magnet bagi Jawa Tengah,” jelasnya.
Menurutnya, lokasi itu sangat strategis, karena di tengah-tengah antara Jakarta dan Surabaya. Selain itu juga dekat akses jalan tol Trans Jawa. Ia yakin, lokasi itu akan memudahkan pengunjung untuk menikmati olahraga berkuda dan olahraga lainnya.
Aryo mengungkapkan, akhir tahun ini studi kelayakan akan dituntaskan. Pembangunan fase pertama untuk trek pacuan kuda dibangun dalam waktu kurang dari delapan bulan.
”Insyaallah akhir tahun depan (2026), bisa meresmikan dan melaksanakan pacuan kuda perdana,” terang Aryo.
Bibit Atlet...
- 1
- 2



