Sementara itu, Rafinha mengaku berat meninggalkan Yogyakarta setelah ia memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan tim, suporter Laskar Mataram, dan Kota Jogja.
”Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang,” kata striker 33 tahun asal Brasil itu.
Meski harus berpisah, Rafinha tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya. Ia ingin melihat PSIM terus konsisten berprestasi di papan atas Super League.
Adapun saat ini PSIM menghuni posisi kelima dengan 24 poin. Mereka menjadi penampil terbaik dari tiga tim promosi, setelah Bhayangkara Presisi Lampung FC menghuni posisi 10 dan Persijap Jepara berada di zona degradasi atau menempati posisi 17.
”Tetaplah berjuang untuk klub ini. Saya berharap semua pemain bekerja keras dan pantang menyerah,” tutur dia.
Murianews, Jogja – PSIM Jogja memutuskan memensiunkan nomor punggung 91 milik Rafael de Sa Rodrigues alias Rafinha. Sang striker diketahui telah hengkang ke PSIS Semarang.
Striker asal Brasil itu dinilai telah berjasa mengantarkan PSIM menuju kasta tertinggi Liga Indonesia setelah penantian 18 tahun.
”Nomor punggung dipensiunkan, warisan tetap hidup. PSIM Jogja mengumumkan bahwa nomor punggung 91 dipensiunkan secara permanen untuk menghormati Rafael de Sa Rodrigues,” tulis Instagram resmi PSIM, dikutip Selasa (30/12/2025).
Musim lalu, Rafinha mengemas 20 gol dari 22 pertandingan dan membawa PSIM menjadi juara Liga 2 dan promosi ke kasta tertinggi, Super League.
Sayang, penampilan apiknya tak berlanjut di Super League. Dari 15 laga, ia baru main tiga kali, itu pun bukan sebagai starter.
Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel lebih memercayakan posisi striker utama kepada Nermin Haljeta yang saat ini sudah mencetak empat gol dan juga tiga assist.
Rafinha pun akhirnya hengkang ke PSIS yang kini berlaga di Championship atau Liga 2 untuk mendapatkan menit bermain. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu masih terseok-seok setelah menghuni juru kunci Grup B dengan lima poin dari 13 pertandingan.
”Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa (nama panggilan Rafael De Sa Rodrigues) ke PSIS Semarang,” ujar Manajer PSIM Razzi Taruna, dikutip dari Antara, Selasa (30/12/2025).
Perpisahan Rafinha...
Sementara itu, Rafinha mengaku berat meninggalkan Yogyakarta setelah ia memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan tim, suporter Laskar Mataram, dan Kota Jogja.
”Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang,” kata striker 33 tahun asal Brasil itu.
Meski harus berpisah, Rafinha tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya. Ia ingin melihat PSIM terus konsisten berprestasi di papan atas Super League.
Adapun saat ini PSIM menghuni posisi kelima dengan 24 poin. Mereka menjadi penampil terbaik dari tiga tim promosi, setelah Bhayangkara Presisi Lampung FC menghuni posisi 10 dan Persijap Jepara berada di zona degradasi atau menempati posisi 17.
”Tetaplah berjuang untuk klub ini. Saya berharap semua pemain bekerja keras dan pantang menyerah,” tutur dia.