Pada menit ketujuh, Indonesia berhasil membuat kedudukan kembali sama. Sontekan Reza Gunawan usai memanfaatkan bola muntah dari tendangan Dewa Rizki berbuah hasil dan mengubah skor jadi 1-1.
Tak butuh waktu lama, Indonesia kembali unggul di menit ke-8. Umpan langsung kiper Ahmad Habiebie sukses dikonversi jadi gol oleh Israr Megantara sehingga skor berubah menjadi 2-1.
Indonesia melebarkan jaraknya menjadi 3-1 melalui aksi Israr Megantara pada menit ke-9.
Tertinggal 1-3, Iran mencoba memangkas jarak. Harapan itu pun berhasil didapat pada menit ke-16. Tembakan Saeid Ahmad Abbasi berhasil menjebol gawang Indonesia.
Sayang, wasit harus menganulir gol itu karena bola lebih dulu keluar lapangan setelah Indonesia meminta challenge.
Tim asuhan Vahid Shamsaee tak menyerah untuk mencari gol pembeda. Peluang itu didapatkan setelah Iran memperoleh ”hadiah” penalty karena Indonesia melakukan pelangaran keenam. Sayang, tendangan Salar Aghapour dapat dihalau Habibie.
Iran akhirnya berhasil memangkas jarak pada menit ke-18. Melalui skema tendangan bebas, Mahdi Karimi berhasil mengoyak gawang Indonesia.
Murianews, Jakarta – Timnas Futsal Indonesia gagal menjuarai Piala Asia Futsal 2026. Itu setelah Garuda takluk dari Iran dalam drama adu penalti pada Final Piala Asia Futsal, di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Pada pertandingan itu, Indonesia beberapa kali unggul. Namun Iran membuat tekanan hingga skor 5-5 bertahan di waktu normal dan babak tambahan selesai.
Penentuan pertandingan pun harus diselesaikan melalui drama adu penalti. Di babak tos-tosan ini, Iran berhasil memenangkannya dengan skor 5-4.
Dua penendang Indonesia, Dewa Rizki dan Israr Megantara gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.
Hasil ini menempakan Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal. Torehan ini menjadi pencapai terbaik Indonesia sepanjang mengikuti ajang tersebut.
Jalannya pertandingan sendiri dibuka dengan Indonesia yang sempat menciptakan peluang. Sayang, sepakan Rio Pangstu masih ditepis kiper Iran, Bagher Mohammadi.
Tak lama giliran Iran yang berbalik mendapat peluang dan sukses dimanfaatkan. Tembakan Hossein Tayebi membawa Iran unggul 1-0 di menit ketiga.
Indonesia berbalik unggul...
Pada menit ketujuh, Indonesia berhasil membuat kedudukan kembali sama. Sontekan Reza Gunawan usai memanfaatkan bola muntah dari tendangan Dewa Rizki berbuah hasil dan mengubah skor jadi 1-1.
Tak butuh waktu lama, Indonesia kembali unggul di menit ke-8. Umpan langsung kiper Ahmad Habiebie sukses dikonversi jadi gol oleh Israr Megantara sehingga skor berubah menjadi 2-1.
Indonesia melebarkan jaraknya menjadi 3-1 melalui aksi Israr Megantara pada menit ke-9.
Tertinggal 1-3, Iran mencoba memangkas jarak. Harapan itu pun berhasil didapat pada menit ke-16. Tembakan Saeid Ahmad Abbasi berhasil menjebol gawang Indonesia.
Sayang, wasit harus menganulir gol itu karena bola lebih dulu keluar lapangan setelah Indonesia meminta challenge.
Tim asuhan Vahid Shamsaee tak menyerah untuk mencari gol pembeda. Peluang itu didapatkan setelah Iran memperoleh ”hadiah” penalty karena Indonesia melakukan pelangaran keenam. Sayang, tendangan Salar Aghapour dapat dihalau Habibie.
Iran akhirnya berhasil memangkas jarak pada menit ke-18. Melalui skema tendangan bebas, Mahdi Karimi berhasil mengoyak gawang Indonesia.
Babak Kedua...
Babak kedua, giliran Iran yang menggempur lini pertahanan Indonesia. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Sepakan bebas Saeid Ahmad Abbasi sukses membuat skor jadi 3-3.
Hanya berselang satu menit, Indonesia kembali berhasil unggul pada menit 24 lewat tembakan Samuel Eko sehingga skor berubah menjadi 4-3.
Setelah kembali tertinggal, Iran beberapa kali melancarkan serangan berbahaya, akan tetapi penampilan gemilang Habiebie dapat mematahkan peluang tersebut.
Peluang demi peluang didapatkan Iran. Salah satunya tembakan Mohammad Hossein Derakhshani yang masih mistar gawang Indonesia.
Empat menit jelang bubaran, Iran pun menerapkan strategi power play. Akhirnya Ira berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Setelah itu tak ada gol yang tercipta hingga akhir laga.
Babak Tambahan...
Pada babak tambahan pertama, Iran lebih sering memberikan ancaman ke lini pertahanan Indonesia, namun skor sama kuat 4-4 tetap bertahan.
Memasuki babak tambahan kedua, Indonesia berhasil kembali unggul pada menit 49 melalui gol ketiga Israr Megantara sehingga skor berubah menjadi 5-4.
Sayang keunggulan itu gagal dipertahankan dan Iran berhasil merenggut harapa itu setelah Salar Aghapour sukses membobol gawang Indonesia. Skor berubah sama kuat 5-5.
Skor imbang 5-5 bertahan pada babak tambahan sehingga pemenangan partai final ini harus ditentukan oleh adu tendangan penalti.
Pada adu tendangan penalti, Iran berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 setelah dua penendang Indonesia gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.