Laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen Ricuh, Wasit Dikeroyok
Zulkifli Fahmi
Jumat, 13 Februari 2026 08:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen, Kamis (12/2/2026) sore berujung ricuh. Wasit Dwi Purba Adi Wicaksana yang memimpin laga menjadi bulan-bulan sesaat pertandingan berakhir. Sejumlah oknum menyerang dan mengeroyok dirinya.
Dalam video yang beredar, tampak wasit Dwi Purba dikerubungi sejumlah oknum yang tak puas dengan hasil laga itu. Sang wasit pun berlari hingga terjatuh.
Ia pun langsung ditendang dan diinjak-injak sejumlah oknum. Tampak beberapa keamanan mencoba mengendalikan situasi, namun kekacauan tetap tak terhindarkan.
Video lainnya juga menunjukan kericuhan di luar Stadion Krida. Sejumlah oknum terlihat saling berkelahi. Diduga mereka merupakan para pendukung kedua kesebelasan.
Insiden yang mencoreng wajah sepak bola Jawa Tengah ini pun memicu reaksi petinggi PSSI. Mereka menuntut PSIR Rembang mendapatkan sanksi tegas, termasuk kemungkinan pencoretan dari putaran nasional.
Melansir dari beritajateng.tv Exco PSSI, Muhammad Sungkar mengutuk keras anarkisme yang terjadi di Rembang itu. Ia meminta Komdis PSSI Jateng bertindak tanpa kompromi.
Ia menegaskan hukuman tidak boleh hanya menyasar individu pelaku, tetapi harus menyentuh institusi klub.
Tak tanggung-tanggung, Ia bahkan mendorong Komdis untuk mendiskualifikasi PSIR Rembang dari kepesertaan Liga 4 seri Nasional mendatang sebagai efek jera.
Komdis Harus Tegas...



