Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Di tengah penyelidikan FIFA pada Lionel Messi dan Timnas Argentina, Presiden FIFA Gianni Infantino justru mengirimkan surat pada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).

Surat tersebut bocor ke publik dan sikap Infantino dalam surat tersebut pun menjadi sorotan para pencinta sepak bola.

Melalui surat itu, Infantino mengucapkan selamat dan memuju profesionalisme Timnas Argentina, meski FIFA tengah menyelidiki insiden keributan usai final Piala Dunia 2026.

Pengiriman surat selamat pada negara peraih medali usai Piala Dunia menang sudah jadi tradisi FIFA. Hanya, pilihan kata Infantino pada surat untuk Argentina memunculkan tanda tanya.

Surat yang ditujukan pada Presiden AFA, Claudio Tapia tersebut kali pertama dibocorkan media Argentina dan kemudian diverifikasi Daily Mail Sport.

Dalam surat itu, Infantino mengapresiasi kontribusi Argentina terhadap suksesnya Piala Dunia 2026. Ia juga memuji profesionalisme tim di turnamen itu.

”Dengan hormat, Bapak Presiden. Kemarin, Minggu, 19 Juli 2026, di New York New Jersey Stadium yang megah, Argentina meraih medali perak Piala Dunia FIFA 2026 setelah menjalani final yang menarik melawan Spanyol. Saya ingin kembali menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas pencapaian penting bagi sepak bola Argentina,” tulis Infantino.

Puji Penampilan Messi Cs 

Infantino juga menyebut Piala Dunia 2026 akan dikenang dan menjadi perayaan sepak bola yang istimewa. Sebab, banyak pertandingan-pertandingan menarik yang terjadi, memunculkan talenta baru dan kehadiran para bintang serta atmosfer yang luar biasa di stadion.

Ia menilai penampilan Messi cs bersama Timnas Argentina turut memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan turnamen tersebut.

”Penampilan luar biasa Albiceleste juga memberikan kontribusi penting sehingga edisi kali ini menjadi ajang yang istimewa dan memikat jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia,” imbuhnya.

Lewat surat tersebut, ia meminta Tapia meneruskan ucapan selamat darinya untuk Lionel Messi cs, Lionel Scaloni, staf kepelatihan, staf medis, serta seluruh para suporter Argentina yang mendukung tim sepanjang turnamen.

”Saya mendoakan yang terbaik untuk Anda pada kompetisi berikutnya dan berharap dapat bertemu lagi dalam waktu dekat. Salam persahabatan saya, Gianni Infantino,” tulisnya menutup surat.

Keributan Usai Final 

Diketahui, FIFA masih menyelidiki insiden keributan yang melibatkan para pemain Argentina usai final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

Argentina, yang kalah 1-0 dari Spanyol di partai puncak, mendapat sorotan sepanjang turnamen karena gaya permainan yang dinilai mengganggu lawan.

Pada laga itu, Argentina tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Dengan satu kartu merah yang diterima Enzo Fernandez usai menekel keras Pau Cubarsi.

Usai pertandingan, Leandro Paredes terlibat keributan dengan Eric Garcia seusai pertandingan. Nahuel Molina, Thiago Almada, dan asisten pelatih Roberto Ayala juga disebut terlibat dalam kejadian, yang kini sedang diselidiki FIFA.

Insiden lainnya yakni para pemain Argentina juga tidak memberikan rasa hormat dengan membelakangi skuad Spanyol saat mengangkat trofi juara.

Spanduk Las Malvinas 

Final Piala Dunia 2026 juga diwarnai sejumlah kontroversi. Lionel Messi sempat berusaha memengaruhi wasit Slavko Vincic agar mengusir Marc Cucurella setelah bek Timnas Spanyol itu menutup mulutnya saat berbicara dengan sang pengadil.

Menurut laporan tersebut, Argentina juga melakukan tindakan serupa kepada Jude Bellingham ketika menghadapi Inggris pada semifinal.

Dalam laga semifinal itu, Argentina mendapat sorotan karena beberapa kali melakukan simulasi dan permainan yang dianggap provokatif.

Selain itu, perayaan Argentina seusai semifinal turut menuai keluhan dari sejumlah pejabat Inggris setelah mereka membentangkan spanduk bertuliskan ”Las Malvinas son Argentinas” atau ”Kepulauan Falkland adalah milik Argentina”.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News