Pada race 2 hari minggu, duet Bintang dan Resky kembali mendominasi sejak awal race dimulai. Bintang sendiri sudah optimis dengan motornya dan Resky yang sedang dalam kondisi cedera masih bisa sumbang podium untuk tim ART pada seri kali ini.
”Pada race 1 saya memang melakukan kesalahan dan membuat gagal naik podium, maka dari itu saya sudah optimis bisa podium saat race 2 dan alhamdulillah sudah saya buktikan dengan menjadi juara 1 pada kelas tersebut,” bangga Bintang.
Begitupun dengan Resky, meski bahunya masih dalam kondisi cedera setelah crash pada TTC di sirkuit Sepang ternyata tidak menyurutkan semangatnya untuk persembahkan podium pada seri 3 kali ini.
”Syukur alhamdulillah cedera bahu saya masih bisa digunakan untuk balap, saya sendiri berupaya keras supaya poin di kelas ITC bisa lebih maksimal. Hal tersebut dikarenakan pada seri pentup nanti saya bakal absen karena bentrok dengan seri ATC Qatar dan semoga saya bisa amankan poin meski absen balap MRS,” Harap Resky.
Murianews, Lombok – Tim Astra Motor Racing Team (ART) menjaga tradisi juara usai memborong tujuh podium dalam Kejurnas Mandalika Racing Series putaran ke-3, Sabtu-Minggu (25-26/7/2026).
Dalam balapan ini, ART menerjunkan pebalap terbaiknya di empat kelas berbeda, mulai Nasional Sport 250 cc, Nasional Sport150 cc, Junior Sport 250 cc U-18, dan Indonesia Talent Cup (ITC).
Adapun para peraih podium dalam ajang ini, di antaranya ada Garry Salim yang turun di Nasional Sport 250cc. Dengan Honda CBR250RR, Garry berhasil menyelesaikan putaran di Superpole dan meraih podium ketiga.
”Alhamdulillah kerja keras tim cukup bagus, Saya sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk tim dan saya berhasil podium 3 pada sprint race kelas NS250cc. Progres yang cukup baik untuk saya dan tim, saya yakin pada next round bisa podium,” kata Gerry.
Selanjutnya, Ada Nabil Zahsena dan Bintang Pranata Sukma di Junior Sport 250cc U-18. Nabil berhasil membuka race pertama dan menjuarai kelas tersebut. Sedangkan Bintang menyusul di podium ketiga.
”Fight yang cukup seru pada seri kali ini, dan Alhamdulillah bisa amankan posisi meski sempat beberapa kali mencoba masuk sempat gagal namun akhirnya bisa diselesaikan dengan sempurna dan semoga di seri berikutnya bisa lebih baik,” beber Nabil.
Kemudian di Junior Sport 250cc, Bintang Pratama Sukmadan Ahmad Azel Savero tampil mendominasi dengan meraih posisi juara dan runner-up.
”Masuk di kelas Junior Sport 250cc U-18 ini adalah kali pertama saya menggunakan basic Honda CBR 250RR, adaptasi yang cukup singkat dan alhamdulillah saya berhasil membuktikan untuk menjadi yang terbaik,” ungkap Bintang Pranata.
Race Kedua
Azel sendiri berhasil naik di podium pada race ke 2 hari minggu. Sempat melakukan kesalahan di lap akhir, ia harus puas finis diposisi kedua.
”Cukup seru untuk race 2 kelas Junior 250cc, sayangnya saya melakukan sedikit kesalahan yang membuat GAP dengan Bintang rekan satu tim menjadi jauh. Sebagai evaluasi dan pembelajaran, seri selanjutnya harus bisa lebih baik,” imbuh Azel.
Tidak hanya itu saja, di kelas Indonesia Talent Cup (ITC) juga tidak kalah seru, menggunakan motor Honda CBR 150R tim ART kembali mendominasi jalannya perlombaan di kelas tersebut.
Tiga pembalap ART yaitu Ahmad Azel Savero, Bintang Pranata dan Resky Yusuf berhasil sumbang podium di kelas tersebut. Pada race 1 ada nama Azel yang menjadi podium pembuka di kelas ITC tersebut.
”Sempat melakukan kesalahan di QTT yang membuat saya harus start dari grid belakang, tapi alhamdulillah saya berhasil menyelesaikan balap dan menutupnya dengan podium 2,” ungkap Azel.
Bintang Resky
Pada race 2 hari minggu, duet Bintang dan Resky kembali mendominasi sejak awal race dimulai. Bintang sendiri sudah optimis dengan motornya dan Resky yang sedang dalam kondisi cedera masih bisa sumbang podium untuk tim ART pada seri kali ini.
”Pada race 1 saya memang melakukan kesalahan dan membuat gagal naik podium, maka dari itu saya sudah optimis bisa podium saat race 2 dan alhamdulillah sudah saya buktikan dengan menjadi juara 1 pada kelas tersebut,” bangga Bintang.
Begitupun dengan Resky, meski bahunya masih dalam kondisi cedera setelah crash pada TTC di sirkuit Sepang ternyata tidak menyurutkan semangatnya untuk persembahkan podium pada seri 3 kali ini.
”Syukur alhamdulillah cedera bahu saya masih bisa digunakan untuk balap, saya sendiri berupaya keras supaya poin di kelas ITC bisa lebih maksimal. Hal tersebut dikarenakan pada seri pentup nanti saya bakal absen karena bentrok dengan seri ATC Qatar dan semoga saya bisa amankan poin meski absen balap MRS,” Harap Resky.