Euro 2024
Slovakia Berubah Sejak Francesco Calzona Menanganinya
Budi Santoso
Minggu, 30 Juni 2024 16:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Riwayat pertemuan Inggris vs Slovakia dalam 6 kali pertandingan terakhir tidak memihak pada tim Slovakia. Sebelum bentrokan di 16 Besar Euro 2024, Minggu (30/6/2024) malam ini, Slovakia sebelumnya sudah 5 kali kalah dari Timnas Inggris.
Pada Euro 2016, Slovakia hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Inggris di fase grup. Selebihya mereka belum sekalipun merebut kemenangan dari Timnas Inggris.
Namun di turnamen Euro 2024 atau Piala Eropa 2024 ini, Slovakia memasukinya dengan perubahan besar. Dalam beberapa tahun belakangan, Slovakia berubah menjadi salah satu tim Eropa yang kembali tidak bisa dipandang sebelah mata.
Terutama sejak Francesco Calzona menjadi pelatih Timnas Slovakia, perubahan signifikan telah terjadi. Milan Skriniar dkk saat ini tidak semata-mata hanya mengandalkan kekuatan pertahanan.
Sejak Calzona menjadi pelatihnya, Timnas Slovakia berubah menjadi tim yang mengandalkan permainan dengan tekanan tinggi, agresif dalam membangun serangan dari lini belakang. Mereka juga piawai dalam situasi bola mati.
Perubahan itu membuat skuad Timnas Slovakia yang tak pernah lolos ke perempat final baik dalam Piala Eropa maupun Piala Dunia, optimistis melangkah jauh. Kapten tim, Milan Skriniar, bahkan optimistis Slovakia bisa menuliskan sejarah jika timnya bisa melewati hadangan Inggris.
Namun demikian, jika Timnas Inggris bisa berubah menjadi tim yang padu, khususnya di lini depan, maka Timnas Slovakia berada dalam bahaya besar. Gareth Southgate, kemungkinan akan berani melakukan perubahan dalam timnya.
Southgate yang biasa enggan didikte oleh tekanan dari luar, dan teguh dengan starting eleven yang sama. Namun di laga terakhir fase grup, Southgate melakukan perubahan dengan memasang Conor Gallagher sebagai starter, menggantikan Trent Alexander-Arnold.
Menghadapi Slovakia yang memiliki kolektivitas bermain tinggi, ada kemungkinan Southgate kembali melakukan perubahan. Meski demikian belum ada informasi pada bagian mana dia akan melakukan perubahan.



