Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Dunia tinju internasional selama ini seperti kehilangan daya tarik seiring ’pensiunnya’ beberapa petinju dunia. Bahkan ring tinju dunia seperti kalah pamor dengan kehadiran UFC dengan pertarungan MMA-nya yang brutal.

Era Mike Tyson-Hollyfield di kelas Berat tinju dunia di masa lalu, masih belum bisa ditandingi oleh kehadiran Anthony Joshua, Daniel Dubois atau sang Juara Alexander Usyx, di masa sekarang.

Sementara di kelas menengah, menariknya persaingan Manny Paquiao, Floyd Mayweather, Oscar De Lahoya dan Erick Morales, pernah membuat tinju dunia semarak. Namun daya tarik itu seperti hilang sejak mereka pensiun dar ring tinju.

Namun kini, di tengah hiruk pikuk dan brutalnya pertarungan MMA di gelangang UFC, muncul fenomena baru dari ring tinju. Benyamin Whittaker, atau lebih dikenal dengan Ben Whittaker, mulai memijar di dunia olahraga baku pukul yang tengah meredup.

Bermain di kelas berat ringan, nama Ben Whittaker mulai dikenal di seluruh dunia. Meski belum lama terjun di dunia tinju profesional, namun gaya permainannya yang memiliki warna lain membuat dunia mulai terkesima.

Gaya bertinjunya yang tengil mengingatkan orang pada sosok ‘Prince’ Nassem Hamed. Bahkan dalam beberapa pertarungannya, tingkah tengilnya bisa dikatakan melebihi Nassem Hamed.

Teknik bertinjunya juga sangat hebat, ditunjang kepercayaan dirinya yang tinggi, mengingatkan publik tinju pada sosok Mohamad Ali atau Sugar Ray Leonard. Sementara kecepatan dan kerasnya pukulan, orang akan mengingat pada sosok Mike Tyson.

Tarian Ben Whittaker di atas ring sangat lincah, memunculkan gerakan yang dikenal ‘menari seperti kupu-kupu’ dan ‘menyengat bagai lebah’ milik Mohamad Ali yang legendaris. Terutama gerakan cepatnya dalam meghindar, jelas mengingatkan pubik tinju dunia pada diri Mohamad Ali.

Timing-nya dalam melakukan serangan juga mengingatkan orang pada sosok Evander Hollyfield. Cerdas, cepat, tepat dan akurat. Singkat kata, Ben Whittaker menunjukan gabungan keindahan dari banyak sosok petinju top dunia.

Siapa Ben Whittaker?......

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler