Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Tyson Fury menelan kekalahan kedua berturut-turut dari Oleksandr Usyk di pertarungan ulang mereka yang berlangsung pada Sabtu (21/12/2024).
Oleksandr Usyk menang dengan keputusan penuh dari ketiga juri pertandinan, yang memberikan skor 116-112 untuk petinju Ukraina itu. Usai pertandingan, Fury dengan tegas menyatakan tidak puas dengan penilaian para juri tersebut.
Dalam wawancara pasca-pertandingan, Fury mengungkapkan kekecewaannya. Petinju asal Inggris itu menyebut hasil ini menjadi hadiah natal bagi Usyk dan para Juri yang bertugas.
"Saya bersumpah kepada Tuhan bahwa saya pikir saya memenangkan pertarungan ini setidaknya dengan tiga ronde. Saya menyerang sepanjang pertandingan, mengambil inisiatif, dan bertarung dengan gaya agresif. Saya merasa ini seperti hadiah Natal untuk Usyk dari para wasit," ujar Fury seperti dilansir Daily Mail.
Kekecewaan yang sama juga disampaikan oleh promotor sekaligus perwakilannya, Frank Warren. Promotor tinju ini bahkan melontarkan kritikan pada para juri yang bertugas di pertandingan ini.
"Seorang wasit tidak memberikan Fury kemenangan satu ronde pun dari ronde ke-6 hingga ronde terakhir. Wasit lain hanya memberikan satu ronde dalam enam ronde terakhir. Ini benar-benar tidak masuk akal," ujar Warren.
Warren bahkan membandingkan skor dari analis lainnya. Menurutnya, Oscar de la Hoya dan dirinya mencatat Fury menang di tiga hingga empat ronde. Hasil ini menurutnya bias.
“Tetapi ini bukan bias yang buta. Fury memanfaatkan keunggulan fisiknya, menyerang tanpa henti, dan menjaga fokusnya sepanjang pertandingan," keluhnya.
Meskipun demikian...
- 1
- 2



