Lamine Yamal Cetak Dua Rekor Baru di Hasil Imbang Barcelona vs Inter
Budi Santoso
Kamis, 1 Mei 2025 08:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Lamine Yamal kembali menjadi perhatian dunia sepak bola setelah mencetak dua rekor luar biasa di laga leg pertama semifinal Liga Champions 2024/25 antara Barcelona vs Inter Milan. Meski laga ini berakhir imbang 3-3, Yamal mencetak dua rekor sekaligus di laga ini.
Begitu laga dimulai, Lamine Yamal langsung mencatat rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah Barcelona yang mencatatkan 100 penampilan, pada usia 17 tahun dan 291 hari. Rekor ini mengalahkan pencapaian Gavi, yang sebelumnya memegang rekor tersebut di usia 19 tahun dan 29 hari.
Namun tak berhenti di sini, setelah Barcelona tertinggal 0-2 lewat gol cepat Marcus Thuram di detik ke-30 dan Denzel Dumfries pada menit ke-21, Yamal mengambil alih panggung permainan. Pada menit ke-24, pemain ini melakukan solo run brilian melewati dua pemain bertahan sebelum menceploskan bola ke gawang Inter.
Gol itu menjadikannya sebagai pemegang rekor untuk pemain termuda sepanjang sejarah Liga Champions yang mencetak gol di semifinal. Rekor Yamal ini mengalahkan rekor yang dibukukan Kylian Mbappe yang melakukannya pada usia 18 tahun 140 hari.
Performa gemilang Yamal langsung menuai pujian dari berbagai pihak. Striker Manchester City, Erling Haaland, membagikan video gol Yamal di Snapchat dan membubuhkan narasi "Orang ini luar biasa." Pujian juga dilontarkan bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, yang menghadapinya di laga ini.
"Dia luar biasa, mungkin pemain sayap terkuat di dunia. Kadang, Anda harus mengakui, itu pantas dipuji," ujar Bastoni seperti dilansir Mundo Deportivo.
Pelatih Inter, Simone Inzaghi, juga tidak ketinggalan memberikan pujian setelah laga berakhir. Inzaghi bahkan menyebut Yamal sebagai "bakat yang hanya muncul setiap 50 tahun sekali".
“Kami harus melipatgandakan fokus kami padanya,” kata Inzaghi kepada media di Barcelona, usai laga pertandingan Barcelona vs Inter Milan, Kamis (1/5/2025) dinihari WIB.
Dibandingkan Messi...
- 1
- 2



