Drama menjadi semakin panas, karena ada penilaian jika keputusan wasit utama, Alejandro Jose Hernandez, dinilai menguntungkan tim tamu, Real Madrid. Meski demikian, Barcelona akhirnya berhasil menang 4-3 dan melebarkan jarak menjadi 7 poin di klasemen sekaligus mendekatkan gelar Juara La Liga Spanyol hanya 3 poin saja.
Laga yang digelar di Stadion Lluis Companys, seperti yang telah diprediksi, berlangsung dalam situasi penuh persaingn mutlak. Real Madrid dalam waktu cepat memberikan sengatan hebat denga unggul dua go lebih dulu.
Namun, keputusan kontroversial wasit Hernandez sudah langsung menimbulkan ketidaksenangan kubu Barcelona. Pemberian penalti untuk Madrid yang diselesaikan Mbappe meledakan kontroversi. Wasit Hernandez mengabaikan posisi offside Mbappe sebelum dijatuhkan di kotak terlarang.
Menurut laporan Mundo Deportivo, Hernandez menganggap bola diarahkan kepada Vinicius yang tidak berada dalam posisi offside. Sehingga setelah Mbappe dilanggar kiper Barcelona, penalti tetap diberikan untuk Madrid. Gol ini seperti menjadi awal buruk bagi Barcelona yang mengejar kemenangan.
Pada gol kedua Madrid yang juga dicetak Mbappe, kontroversi juga menghambur di kubu Barcelona. Para pemain Barcelona meyakini Lamine Yamal lebih dulu dilanggar sebelum bola dikuasai pemain Madrid, yang kemudian melesatkan serangn balik berakhir gol itu.
Murianews, Kudus – Kontroversi kepemimpinan wasit kembali mencuat di arena sepak bola. Kali ini di laga panas Barcelona vs Madrid, wasit La Liga Spanyol, Alejandro Hernandez menjadi sorotan media di Eropa khususnya di Spanyol.
Pertandingan El Clasico Barcelona vs Madrid di pekan ke-35 La Liga Spanyol, Minggu (11/5/2025) malam WIB, menyajikan permainan menakjubkan. Namun, laga menentukan ini juga tidak luput dari penilaian kontroversial, dari kempimpina wasit Hernandez.
Drama menjadi semakin panas, karena ada penilaian jika keputusan wasit utama, Alejandro Jose Hernandez, dinilai menguntungkan tim tamu, Real Madrid. Meski demikian, Barcelona akhirnya berhasil menang 4-3 dan melebarkan jarak menjadi 7 poin di klasemen sekaligus mendekatkan gelar Juara La Liga Spanyol hanya 3 poin saja.
Laga yang digelar di Stadion Lluis Companys, seperti yang telah diprediksi, berlangsung dalam situasi penuh persaingn mutlak. Real Madrid dalam waktu cepat memberikan sengatan hebat denga unggul dua go lebih dulu.
Namun, keputusan kontroversial wasit Hernandez sudah langsung menimbulkan ketidaksenangan kubu Barcelona. Pemberian penalti untuk Madrid yang diselesaikan Mbappe meledakan kontroversi. Wasit Hernandez mengabaikan posisi offside Mbappe sebelum dijatuhkan di kotak terlarang.
Menurut laporan Mundo Deportivo, Hernandez menganggap bola diarahkan kepada Vinicius yang tidak berada dalam posisi offside. Sehingga setelah Mbappe dilanggar kiper Barcelona, penalti tetap diberikan untuk Madrid. Gol ini seperti menjadi awal buruk bagi Barcelona yang mengejar kemenangan.
Pada gol kedua Madrid yang juga dicetak Mbappe, kontroversi juga menghambur di kubu Barcelona. Para pemain Barcelona meyakini Lamine Yamal lebih dulu dilanggar sebelum bola dikuasai pemain Madrid, yang kemudian melesatkan serangn balik berakhir gol itu.
Hand Ball Tchouameni...
Satu momen besar lain di laga Barcelona vs Madrid, juga dinilai menghasilkan kesalahan intepretasi dari wasit Hernandez. Itu adalah saat bola tendangan Ferran Tores secara telak mengenai tangan bek Madrid, Aurelien Tchouameni di petak penalti.
Para pemain Barcelona menuntut sang wasit meninjau VAR, untuk memastikan keputusan yang diambil. Frankie de Jong mendesaknya, dan akhirnya membuat Hernandez meninjau monitor VAR. Namun, setelah beberapa saat menilai kejadian, wasit memilih untuk tidak meniup peluit penalti.
Sebelum laga ini, wasit Alejandro Jose Hernandez sudah memang sudah mendapatkan tekanan dari kubu Real Madrid. Melalui saluran Real Madrid TV wasit ini dituding kerap membuat keputusan yang menguntungkan Barcelona saat berhadapan dengan Madrid.
Namun gambaran yang muncul di laga Barcelona vs Madrid, banyak yang menilai kepemimpinannya kali ini lebih banyak menguntungka Real Madrid. Apakah ini sebagai dampak atas tekanan yang diarahkan pada dirinya? Media-media di Spanyol termasuk Mundo Deportivo belum mendapatkan konfirmasi dari sang wasit.
Real Madrid sendiri, kendati sempat unggul di babak pertama lewat dua gol Mbappe gagal mempertahankan keunggulan. Barcelona berhasil melakukan comeback mengerikan, dengan mencetak empat gol balasan melalui Eric Garcia, Lamine Yamal, dan dua gol dari Raphinha.
Mbappe sempat mencetak gol ketiganya di menit ke-70, sekaligus menciptakan hat-trick di pertandingan ii. Namun dominasi Barcelona di pertandingan ini membuat Real Madrid tak bisa menghindari kekalahan ke-4 mereka dari Barca di musim ini.
Menang 4 kali...
Sebelumnya Barcelona vs Madrid telah terjadi pada musim ini. Barcelona berhasil menang di Final Piala Super Spanyol, dan Copa del Rey. Kemudian Blaugrana juga berhasil menang di dua pertandinga La Liga Spanyol atas Madrid.
Hasil Liga Spanyol ini juga menjadi sebuah tamparan keras bagi pasukan Carlo Ancelotti. Mereka sudah hampir kehilangan gelar juara La Liga Spanyol. Dengan hanya tersisa tiga pertandinan, Barcelona hanya butuh 3 poin tambahan untuk tak bisa dikejar lagi oleh Madrid.