Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Jawaban Vidic sangat tak terduga, mengingat di banyak pertemuan Manchester United vs Liverpool, nyata-nyata Fernando Torres telah merepotkannya. Tetapi Messi diakuinya telah menyerang jantung impian Vidic di panggung terbesar dunia.

Final Liga Champions, 2009 dan 2011 antara MU vs Barcelona, adalah luka terdalam Vidic yang diakibatkan oleh Lionel Messi. Messi saat itu tak hanya membuat Vidic seperti badut, tetapi juga mengoyak harga diri Manchester United. Mencetak gol di dua laga final itu, Messi memperlihatkan kepada dunia, bahkan pertahanan setangguh Vidic bisa dibuat seperti pertahanan tim kampung.

Teknik, kecepatan, visi, dan ketenangan Messi adalah racun mematikan saat itu. Vidic yang biasanya dominan di duel udara dan duel fisik, dipaksa bermain di teritori yang bukan menjadi gaya bermain alaminya. Sementara Messi memainkan permainan zona Messi yang tak terbatas, hingga bencana total bagi MU terjadi di sana.

Pilihan Vidic untuk menyebut Messi sebagai lawan paling menakutkan, menegaskan satu hal. Ada level yang bahkan para legenda pun tak bisa menyentuhnya. Messi tidak hanya mengalahkan Vidic, tetapi juga menghancurkan sistem, meruntuhkan kepercayaan, dan meninggalkan luka psikologis bagi Manchester United.

Torres mungkin menjadi jadi bayang-bayang Nemanja Vidic di Premier League. Tetapi Messi adalah badai di pertarungan puncak Eropa. Dan dari mulut Nemanja Vidic yang legendaris, semua tahu siapa penguasa sepak bola saat itu.

“Tidak ada yang bisa melakukannya seperti dia,” ujar Vidic.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler