Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pelatih baru Tottenham Hotspur, Thomas Frank menjadi pusat perhatian di awal Liga Inggris 2025/2026. Tanpa belanja gila di bursa transfer, pelatih eksentrik ini tiba-tiba menampilkan permainan impresif Tonttenham Hotspur.

Mengawali dua laga awal Liga Inggris musim ini, Thomas Frank sukses membawa dua kemenangan dan dua clean sheat sekaligus. Tentu saja, kemenangan 2-0 Hotspur atas Manchester City adalah kejutan yang akhirnya melambungkan nama Frank.

Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, Tottenham Hotspur malah melakukan pendekatan yang berbeda dalam persiapan musim mereka. Tidak ada pembelian besar, transfer blockbuster, Hotspur hanya mendatangkan Thomas Frank, dalam transfer yang mengagetkan.

Namun seiring berjalannya waktu, setidaknya pelatih asal Denmark ini telah membuktikan, sepak bola bukan sekadar soal tebalnya modal. Tetapi juga masih bisa ditentukan melalui tajamnya ide dan konsistensi dalam membangun tim.

Tottenham Spurs, yang sebelumnya menghadapi masalah di lini pertahanan, kali ini tampil tebal, kuat, solid dan percaya diri. Mereka kini menjadi tim yang belum pernah kebobolan di dua pertandingan awal Liga Inggris 2025/2026.

Kini, semua pihak mulai meyakini jika Thomas Frank kini mulai berhasil melakukan sebuah revolusi di tim Tottenham Spurs. Tim yang dalam beberapa dekade ini kesulitan menembus papan atas Liga Inggris, namun kini di bawah Thomas Frank, telah meniupkan aroma berbahaya bagi pesaing-pesaingnya yang ada.

Dilansir dari Daily News, Thomas Frank menyatakan, dirinya menyadari apa yang harus dilakukan di Tottenham Hotspur. Termasuk ketika dirinya yang akhirnya gagal mendapatkan Eberechi Eze dari Crystal Palace. Semuanya menjadi tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikannya.

“Saya cukup yakin dengan tujuan akhir saya, tetapi saya juga sadar saya memiliki sekelompok pemain yang harus saya maksimalkan. Saya perlu bekerja dengan mereka sesuai prinsip saya, namun tetap menyesuaikan dengan kualitas yang mereka punya,” ujar Frank.

Ide Cemerlang...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler