Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Drama pemecatan Jose Mourinho oleh Fernehbahce ternyata belum berakhir. Presiden Fenerbahce, Ali Koc, akhirnya membeberkan alasan klubnya memecat The Special One. Alasannya cukup mengejutkan.

Jose Mourinho, hanya setahun lebih sedikit menukangi Fenerbahce di Liga Turki, sebelum dipecat pada 29 Agustus 2025 lalu. Tepatnya setelah Fenerbahce terjungkal dari babak play-off Liga Champions usai kalah agregat tipis 0-1 dari Benfica.

Meski pemecatannya sudah berlangsung sepekan lalu, pernik-pernik di seputar keputusan ini masih terus muncul. Terbaru, seperti dilansir Hurriyet, Presiden Fenerbahce, Ali Koc akhirnya membeberkan mengapa klubnya memecat Mourinho.

Dikatakan oleh Koc, sebenarnya bukan soal hasil yang menjadi masalah utama. Namun, semua terjadi karena cara Fenerbahce kalah, dianggap sangat tidak bisa diterima.

“Ini pertama kalinya saya menjelaskan. Perpisahan ini pahit. Mourinho adalah teman, membawa dia ke sini adalah sebuah sukses besar. Tapi gaya permainan bertahan, minim kreativitas, itu tidak bisa diterima lagi,” ujar Ali Koc dalam wawancaranya dengan Hurriyet.

Menurut Ali Koc menegaskan, Fenerbahce butuh sepak bola agresif yang mendominasi. Bukan permainan hati-hati ala Mourinho. Masalah ini tidak kunjung berubah, sampai akhirnya hasil tak diinginkan terjadi dan berbuntut pemecatan.

“Kami tahu Mourinho defensif, tapi di Turki kami harus mendominasi. 99 gol dan 99 poin adalah identitas kami. Lawan Benfica? Bukan hasilnya yang menyakitkan, tetapi caranya. Itu membuat saya yakin gaya musim lalu akan berulang. Maka kami harus berpisah,” tegas Ali Koc.

Tanpa Trofi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler