Wasit Liga Spanyol Lebih Sayang Barcelona, Madrid Mengadu ke FIFA
Budi Santoso
Selasa, 16 September 2025 10:31:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kekecewaan Real Madrid terhadap kepemimpinan wasit di Liga Spanyol mencapai umbun-umbun. Tidak tanggung-tanggung, Tim ‘Kerajaan Spanyol’ ini akhirnya mengadukan secara resmi terkait kepemimpinan wasit Liga Spanyol ke FIFA.
Menurut Laporan terbaru Mundo Deportivo, Real Madrid secara resmi mengirim keluhan terperinci ke FIFA tentang wasit di Liga Spanyol. Mereka juga menyampaikan kecemburuan mereka pada wasit yang dianggap lebih menyayangi Barcelona.
Langkah ini dilakukan Madrid, terutama setelah mereka menerima kartu merah kontroversial untuk Dean Huijsen di laga melawan Real Sociedad baru-baru ini. Kekecewaan wasit di laga ini membuat Real Madrid melangkah keluar, dan menyampaikan berkas terperinci ke FIFA.
Msih menurut Mundo Deportivo, laporan tersebut mencakup video, perbandingan dan situasi spesifik seperti gol Arda Guler yang dianulir, offside Kylian Mbappe, dan yang terbaru kartu merah Huijsen di Anoeta. Presiden Florentino Perez menginginkan pengawasan FIFA terkait kepemimpinan wasit di Liga Spanyol ini.
Madrid melalui Florentino Perez bersikeras jika wasit Liga Spanyol tidak memiliki kredibilitas dan konsistensi. Puncaknya terjadi saat Real Madrid menghadapi Real Sociedad, dimana wasit Jesus Gil Manzano mengeluarkan bagi Dean Huijsen dari lapanga karena pelanggaran yang dilakukan orang terakhir.
Dalam kasus ini Real Madrid bersikeras bahwa Eder Militao masih berada di posisi yang lebih dalam dibanding Huijsen. Dengan demikian pemain berusia 19 tahun itu tidak berada di posisi sebagai orang terakhir. Sehingga kartu kuning lebih layak diberikan ketimbang kartu merah.
Lebih jengkel, dalam kejadian ini VAR tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Kejengkelan Madrid ini pada akhirnya merembet dengan membawa-bawa perlakukan berbeda dari wasit ke Barcelonna. Madrid memberikan statistik ke FIFA tentang perbedaan keputusan antara kedua klub.
Skandal Negreira...
- 1
- 2



