Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Legenda Timnas Indonesia Ronny Pasla meninggal dunia pada Senin (24/11/2025) dinihari WIB. Kabar ini sudah beredar luas di kalangan wartawan sepak bola nasional, dan langsung melahirkan duka cita mendalam.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Ronny Pasla meninggal dunia di usia 79 tahun. Penjaga gawang legedaris Timnas Indonesia ini disebutkan meninggalkan istri dan 6 orang anak. Kabar terakhir, jenasahnya masih disemayamkan di Gereja Evangelis, Cempaka Putih, Jakarta Timur.

Rencana pemakamannya disebutkan akan dilangsungkan pada Selasa (25/11/2025) besok. Pemakaman Pondok Kelapa Jakarta Timur, akan menjadi lokasi pemakamannya, setelah karir cemerlangnya sebagai salah satu kiper hebat bagi Timnas Indonesia.

Dari sejumlah literatur, Ronny Pasla merupakan salah satu legenda sepak bola asal Medan yang lahir pada 15 April 1947. Karirya seagai kiper sepak bola menjulang pada kisaran tahun 1966 hingga 1985, sebelum mengakhiri karir sebagai atlet sepak bola.

Ada kisah mearik di seputar karir cemerlang Ronny Pasla. Sebelum menekuni sepak bola sebagai kiper, Ronny Pasla ternyata sempat menjalani karir sebagai seorang atlet tenis. Bahkan prestasinya di cabor tenis termasuk luar biasa.

Pada PON 1965 yang akhirnya dibatalkan karena peristiwa G30 S PKI, Ronny Pasla diketahui telah masuk dalam tim tenis Sumatera Utara yang akan turun di PON 1965. Berikutnya Ronny Pasla bahkan sukses merebut gelar juara di Kejurnas Tenis Junior yang digelar di Malang pada 1967.

Dalam perkembangan selanjutnya, ayahnya Felix Pasla menyarankan sang anak untuk pindah menekuni olah raga sepak bola. Itu didasarakan karena Ronny Pasla memiliki postur tinggi besar, dengan tinggi 184 cm dan berat 79 kg.

Postur Tinggi Besar...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler