Gelombang kemarahan akhirnya meledak di komunitas sepak bola Eropa. Football Supporters Europe (FSE) menjadi kelompok yang paling vokal menyuarakan tentang masalah ini. Mereka beralasan harga tiket pertandingan yang ditawarkan FIFA tidak hanya tidak masuk akal, tetapi juga bertentangan dengan tradisi Piala Dunia.
Menurut data yang dirilis oleh FSE, harga tiket Piala Dunia 2026 telah meningkat sebesar 370% dibandingkan turnamen Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar. Seorang penggemar yang ingin mengikuti tim nasionalnya sepanjang turnamen di Amerika Utara ini perlu menghabiskan minimal £ 5.141,8.
Jumlah ini disebutkan hampir lima kali lebih banyak dibandingkan Piala Dunia 2022 yang jumlahnya £ 1.095,4. Bahkan untuk biaya di Piala Dunia 2026 itu masih belum termasuk untuk kebutuhan akomodasi dan konsumsi selama di Amerika Serikat.
Untuk akomodasi babak penyisihan Grup Piala Dunia 2026, para penggemar sepak bola diperkirakan harus menghabiskan 436 pound, atau hampir tiga kali lebih lipat biaya yang dikeluarkan di Qatar pada Piala Dunia 2022 lalu. Di Qatar, biaya akomodasi untuk tiga pertandingan penyisihan grup hanya menelan biaya sekitar 154 pound.
Di Piala Dunia 2026, untuk bisa terus menikmati babak 32 diperkirakan butuh biaya akomodasi hingga £ 175,1. Semakin jauh seorang penggemar menyaksikan Piala Dunia 2026, maka semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan.
Peningkatan biaya akomodasinya akan signifikan, menjadi £ 219,8 untuk babak 16 besar, lalu £ 506,7 untuk perempat final dan £ 685,6 untuk semifinal. Semuanya jauh lebih tinggi jika dibandingkan biaya akomodasi yang dikeluarkan di Piala Dunia 2022 di Qatar empat tahun lalu.
Murianews, Kudus – Komunitas sepak bola di Eropa dilaporkan sangat kecewa dan marah dengan harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026. FIFA bahkan diminta untuk menghentikan penjualan tiket pertandingan yang saat ini sudah mulai dijual.
Menurut The Sun, para penggemar sepak bola mengeluhkan tingginya biaya menonton lansung Piala Dunia 2026. Menurut mereka harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 saat ini melonjak 4-5 kali dibandingkan Piala Dunia sebelumnya.
Gelombang kemarahan akhirnya meledak di komunitas sepak bola Eropa. Football Supporters Europe (FSE) menjadi kelompok yang paling vokal menyuarakan tentang masalah ini. Mereka beralasan harga tiket pertandingan yang ditawarkan FIFA tidak hanya tidak masuk akal, tetapi juga bertentangan dengan tradisi Piala Dunia.
Menurut data yang dirilis oleh FSE, harga tiket Piala Dunia 2026 telah meningkat sebesar 370% dibandingkan turnamen Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar. Seorang penggemar yang ingin mengikuti tim nasionalnya sepanjang turnamen di Amerika Utara ini perlu menghabiskan minimal £ 5.141,8.
Jumlah ini disebutkan hampir lima kali lebih banyak dibandingkan Piala Dunia 2022 yang jumlahnya £ 1.095,4. Bahkan untuk biaya di Piala Dunia 2026 itu masih belum termasuk untuk kebutuhan akomodasi dan konsumsi selama di Amerika Serikat.
Untuk akomodasi babak penyisihan Grup Piala Dunia 2026, para penggemar sepak bola diperkirakan harus menghabiskan 436 pound, atau hampir tiga kali lebih lipat biaya yang dikeluarkan di Qatar pada Piala Dunia 2022 lalu. Di Qatar, biaya akomodasi untuk tiga pertandingan penyisihan grup hanya menelan biaya sekitar 154 pound.
Di Piala Dunia 2026, untuk bisa terus menikmati babak 32 diperkirakan butuh biaya akomodasi hingga £ 175,1. Semakin jauh seorang penggemar menyaksikan Piala Dunia 2026, maka semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan.
Peningkatan biaya akomodasinya akan signifikan, menjadi £ 219,8 untuk babak 16 besar, lalu £ 506,7 untuk perempat final dan £ 685,6 untuk semifinal. Semuanya jauh lebih tinggi jika dibandingkan biaya akomodasi yang dikeluarkan di Piala Dunia 2022 di Qatar empat tahun lalu.
Akomodasi juga mahal...
Untuk biaya akomodasi menyaksikan sampai final Piala Dunia 2026, setiap penggemar sepak bola diperkirakan harus menghabiskan sekitar £3.118,6. Jumlah ini disebut telah meningkat 593% dibandingkan dengan jumlah £450.1 biaya yang dibutuhkan di Qatar untuk Final Piala Dunia 2022.
Menanggapi situasi ini, FSE mengeluarkan pernyataan keras yang mereka kirimkan langsung ke FIFA dan presiden Gianni Infantino. Dalam pernyataan tersebut, FSE menyatakan tak percaya dengan harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 yang sangat tinggi.
Dalam daftar harga yang dirilis oleh FIFA, tiket yang dialokasikan ke federasi sepak bola masing-masing negara peserta, yang diteruskan ke kelompok penggemar resmi, dianggap memiliki harga yang tak terbayangkan. Secara keseluruhan FSE menyebut, jika seorang penggemar mengikuti timnya dari pertandingan pertama hingga final, mereka harus mengeluarkan minimal $6.900, atau hampir 5 kali lipat dibanding Piala Dunia 2022 Qatar.
“Penggemar timnas diharuskan membayar semua uang ini sejak awal tahun 2026 untuk memiliki kesempatan mengikuti tim tuan rumah ke final. Lebih buruk lagi, kelas tiket terendah tidak akan dialokasikan untuk penggemar setia melalui Liga Nasional. FIFA telah memutuskan untuk mempertahankan sejumlah kecil tiket kelas 4 untuk penjualan gratis,” ujar pernyataan resmi FSE.
FSE menilai apa yang dilakukan FIFA telah menyalahi sejarah dan tradisi Piala Dunia. FIFA dianggap telah mengabaikan kontribusi para pendukung timnas sepak bola dalam membentuk suasana turnamen. FSE menyebut, Piala Dunia 2026 menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah, tidak memunculkan harga yang sama untuk semua pertandingan babak penyisihan grup.
“Sebagai gantinya, FIFA menerapkan kebijakan harga variabel berdasarkan kriteria yang tidak jelas seperti daya tarik pasangan. Ini berarti, penggemar tim yang berbeda harus membayar harga yang berbeda untuk kelas tiket yang sama di babak yang sama, tanpa transparansi tentang struktur harganya,” keluh FSE.
FSE juga menyinggung, dalam dokumen penawaran yang muncul pada tahun 2018 FIFA menjanjikan harga tiket terendah hanya $21. Tetapi saat ini tiket-tiket dengan harga murah yang dijanjikan itu tidak ada. Perjalanan hingga ke final, menurut penawaran awal yang disebut hanya berharga $2.242 di kelas tiket termurah, sekarang hilang.
“Kami menyerukan FIFA untuk segera berhenti menjual tiket PMA, dan segera membbuka dialog dengan semua pemangku kepentingan dan meninjau harga dan alokasi kelas tiket sampai solusi ditemukan. Semua untuk menghormati tradisi, universalitas, dan signifikansi budaya Piala Dunia," tegas FSE.