Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Ketegangan tinggi meledak di arena Pencak Silat SEA Games 2025, pada Minggu (15/12/2025) petang. Laga perempat final kelas B putri (50–55 kg) yang mempertemukan Nor Farah Mazlan (Malaysia) kontra Chongthima (Thailand) berubah menjadi insiden panas di arena.

Keputusan kontroversial tim wasit Pencak Silat SEA Games 2025 menjadi pemicu utama. Pertandingan dinyatakan berakhir imbang 60–60, namun Nor Farah harus menerima kekalahan lantaran dianggap mengoleksi pelanggaran lebih banyak.

Putusan wasit Pencak Silat SEA Games 2025 tersebut langsung menyulut kemarahan kubu Malaysia. Delegasi Malaysia melakukan protes, hingga berakhir dengan kericuhan yang tak dibayangkan sebelumnya.

Dalam keterangan yang beredar di media resmi kontingen Malaysia, pihak tim menilai atlet mereka tampil dominan. Mereka menyebut Nor Farah bertanding dengan dominasi penuh atas atlet tuan rumah. Namun memang ada banyak momen yang menguntungkan atlet Thailand.

Penilaian ini secara jelas memperlihatkan ketidakpuasan delegasi Malaysia terhadap kepemimpinan wasit di Pencak Silat SEA Games 2025 ini. Puncaknya ketika Nor Farah dinyatakan hanya meraih hasil imbang di permainan dan akhirnya kalah oleh perhitungan yang menurut mereka absurt.

Di arena Pencak Silat SEA Games 2025 ini, setelah hasil diumumkan, dan Nor Farah dinyataka kalah, reaksi emosional langsun muncul. Nor Farah, bersama jajaran pelatih dan staf tim Pencak Silat Malaysia yang dipimpin Siti Rahmah Mohamed Nasir bergerak menuju area offisial pertandingan.

Mereka melancarkan protes dengan keras dan emosional. Aksi protes mereka berubah menjadi kericuhan ketika sejumlah anggota delegasi Malaysia mulai mendorong dan melakukan kontak fisik terhadap ofisial dan wasit pertandingan Pencak Silat SEA Games 2025 ini.

Ricuh...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler