Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Drama paling mengejutkan lahir dari cabang Lien Quan Mobile putri di SEA Games 2025 Thailand. Di tengah catatan kelam tanpa satu pun kemenangan, Timor Leste justru pulang dengan medali perunggu.

Sebuah kisah yang nyaris mustahil, namun nyata terjadi di SEA Games 2025. Semua itu terjadi akibat insiden serius yang mengguncang tuan rumah Thailand, terkait penyelenggaran cabang olahraga E Sport.

Sejak awal turnamen, peta kekuatan sudah terbaca jelas. Dari empat tim peserta, Thailand, Vietnam, Laos, dan Timor-Leste, wakil dari Timor Leste disebut-sebut sebagai yang terlemah. Prediksi itu terbukti di arena. Tiga laga fase grup dilalui dengan kekalahan identik 0-2.

Nasib tak berubah di babak play-in, mereka kembali tumbang 0-3 dari Laos. Total, sembilan pertandingan, sembilan kekalahan, skor agregat 0-9. Pertandingan E-Sport SEA Games 2025 Thailand, seolah berakhir tanpa cerita manis bagi Timor Leste.

Pada Seninn (16/12/2025), perhatian publik beralih ke kabar panas dari kubu Thailand. Atlet Mobile putri mereka, Nathaphat Warasin, yang dikenal dengan julukan Tokyogurl, dipastikan didiskualifikasi dari SEA Games 2025 setelah tersandung pelanggaran berat.

Federasi Esports Thailand (TESF) menyatakan sang pemain melanggar Pasal 9.4.3 Manual Teknis eSports, terkait penggunaan perangkat lunak. Serta modifikasi perangkat keras saat pertandingan yang berlangsung pada Minggu (15/12/2025).

Gelombang protes akhirnya merebak tak terbendung. Komunitas esports Thailand dan Asia Tenggara sangat mendidih marah atas insiden ini. Sehingga Presiden TESF (E-Sport Thailand) yang juga Presiden Asian Esports Federation (AESF), Santi Lothong, menyampaikan keputusan tegas terhadap kontingen negaranya sendiri.

“Tim Nasional Thailand, tim E-Sports Mobile Tim Wanita telah memutuskan untuk mundur dari kompetisi di SEA Games 2025,” demikian pernyataan resmi yang dirilis federasi E-Sports Thailand.

Timor Leste...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler