Media Spanyol pun ikut menyiram bensin ke api. Harian Marca secara terbuka menyebut situasi di Real Madrid ini membingungkan.
“Mbappe bahkan tidak bisa bermain satu menit pun melawan Manchester City karena masalah kebugaran. Tapi hanya tujuh hari kemudian, dia bermain penuh 90 menit melawan Talavera. Ini membingungkan dari awal hingga akhir,” tulis Marca dalam ulasannya.
Marca juga menyinggung ambisi rekor pribadi Mbappe sebagai alasan di balik keputusan berani Alonso. Namun mereka menilai risiko itu terlalu mahal.
“Alasan ‘kegilaan’ ini tampaknya berasal dari gol pemain Prancis itu untuk menyamai rekor mencetak gol satu tahun kalender Cristiano Ronaldo. Tapi hal terburuk bagi Madrid adalah dia tetap menentukan pada akhirnya. Itu benar, bahkan melawan Talavera, Mbappe tidak bisa diistirahatkan,” tulis Marca.
Menghadapi tekanan bertubi-tubi, Xabi Alonso bergeming. Dalam keterangannya usai laga, ia menegaskan, kontribusi Mbappe menjadi pembenaran atas keputusannya. Mbappe dibutuhkan untuk kebutuhan Madrid.
“Dia menentukan dengan dua gol. Kylian selalu memiliki naluri berburu gol. Gol ketiga adalah kuncinya, dan itulah mengapa kami membuatnya tetap di lapangan,” kata Alonso.
Madrid menang, Mbappe bersinar, tetapi kontroversi justru semakin membesar. Di balik sukses kelolosan di Copa del Rey, keputusan Alonso kini menjadi perdebatan panas yang membayangi langkah Los Blancos menuju akhir tahun.
Murianews, Kudus – Real Madrid memang melaju ke babak berikutnya di Copa del Rey 2025/2026 usai menundukkan Talavera dengan skor tipis 3-2, Kamis (18/12/2025) dinihari WIB. Namun kemenangan itu sama sekali tidak menghadirkan rasa lega, tetapi malah sorotan tajam ke arah mereka.
Di atas kertas, dua gol Kylian Mbappe seharusnya menjadi tajuk utama. Striker asal Prancis itu kembali menunjukkan statusnya sebagai mesin gol utama Los Blancos. Meski begitu, jalannya pertandingan jauh dari kata meyakinkan.
Madrid harus bersusah payah mengalahkan Talavera, tim penghuni peringkat ke-19 kasta ketiga Liga Spanyol, dalam duel yang nyaris berujung kejutan. Keputusan Alonso memainkan Mbappe selama 90 menit penuh juga langsung memicu badai kritik.
Kondisi Mbappe yang disebut belum sepenuhnya pulih dari cedera membuat keputisam Xabi Alonso dianggap berisiko tinggi. Padahal, Mbappe kini tengah berada dalam performa luar biasa, mencetak 28 gol dari 23 penampilan musim ini, serta total 58 gol sepanjang tahun 2025.
Mbappe bahkan hanya selangkah lagi memecahkan rekor gol satu tahun kalender Cristiano Ronaldo bersama Real Madrid. Itu bisa saja terjadi ketika Madrid akan menghapi Sevilla di La Liga Spanyol akhir pekan ini.
Pakar sepak bola media AS, Ruben Martin, tanpa ragu menyebut keputusan Alonso sebagai blunder serius. Langkah itu dianggap sebagai sebuah keputusan yang tidak bertanggung jawab, melihat bagaimana kondisi Mbappe saat ini.
“Apa yang dilakukan Xabi pada Mbappe tidak bertanggung jawab. Benar-benar tidak bertanggung jawab untuk membiarkan seorang pemain, yang hanya fit sekitar 60-70 persen dan harus berjuang melawan Alaves, untuk bermain hanya tiga hari kemudian di Copa del Rey,” ujar Martin dengan nada keras.
Kritik tersebut belum berhenti. Martin bahkan mempertanyakan kepercayaan Alonso terhadap pemain muda Madrid. Sebab banyak pemain muda Madrid yang seharusnya bisa dimainkan Alonso, daripada harus memaksa Mbappe bermain.
“Itu tidak bertanggung jawab di pihak manajer, dan saya tidak peduli jika seseorang mengatakan dia mempertaruhkan kursinya, karena jika Xabi Alonso berpikir dia tidak bisa mengalahkan Talavera dengan Endrick, Gonzalo atau Mastantuono maka ...,” tambahnya.
Membingungkan...
Media Spanyol pun ikut menyiram bensin ke api. Harian Marca secara terbuka menyebut situasi di Real Madrid ini membingungkan.
“Mbappe bahkan tidak bisa bermain satu menit pun melawan Manchester City karena masalah kebugaran. Tapi hanya tujuh hari kemudian, dia bermain penuh 90 menit melawan Talavera. Ini membingungkan dari awal hingga akhir,” tulis Marca dalam ulasannya.
Marca juga menyinggung ambisi rekor pribadi Mbappe sebagai alasan di balik keputusan berani Alonso. Namun mereka menilai risiko itu terlalu mahal.
“Alasan ‘kegilaan’ ini tampaknya berasal dari gol pemain Prancis itu untuk menyamai rekor mencetak gol satu tahun kalender Cristiano Ronaldo. Tapi hal terburuk bagi Madrid adalah dia tetap menentukan pada akhirnya. Itu benar, bahkan melawan Talavera, Mbappe tidak bisa diistirahatkan,” tulis Marca.
Menghadapi tekanan bertubi-tubi, Xabi Alonso bergeming. Dalam keterangannya usai laga, ia menegaskan, kontribusi Mbappe menjadi pembenaran atas keputusannya. Mbappe dibutuhkan untuk kebutuhan Madrid.
“Dia menentukan dengan dua gol. Kylian selalu memiliki naluri berburu gol. Gol ketiga adalah kuncinya, dan itulah mengapa kami membuatnya tetap di lapangan,” kata Alonso.
Madrid menang, Mbappe bersinar, tetapi kontroversi justru semakin membesar. Di balik sukses kelolosan di Copa del Rey, keputusan Alonso kini menjadi perdebatan panas yang membayangi langkah Los Blancos menuju akhir tahun.