Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Namun realitas saat ini berkata lain. Nominal tersebut dianggap di luar jangkauan Real Madrid, terutama tanpa dukungan negosiasi antarklub. Kembali ke sumber konflik, Real Madrid disebut berada di balik strategi yang membuat Mbappe hengkang sebagai agen bebas.

PSG sempat panik dan berupaya menjual Mbappe di tahun terakhir kontraknya, bahkan menerima tawaran fantastis dari Timur Tengah. Namun sang pemain menolak semuanya, sehingga klub Paris kehilangan Mbappe dengan cara yang benar-benar menyakitkan.

PSG kehilangan Mbappe tanpa kompensasi, dan membuat mereka sangat marah pada Real Madrid. Setelah musim 2023/24, Mbappe resmi bergabung ke Real Madrid, menjadi titik balik perang dingin antara dua raksasa Eropa tersebut.

Kini, imbas dari situasi yang terjadi setelah kasus Mbappe, membuat rencana transfer Vitinha ikut terdampak. Satu-satunya celah yang tersisa agar dirinya bisa pergi ke Madrid, saat ini hanya bergantung pada keputusan Vitinha sendiri.

Namun dengan kontrak jangka panjang hingga 2029 dan sikap keras PSG, peluang hijrah ke Bernabeu nyaris mendekati nol. Dendam yang muncul dari PSG gegara Mbappe masih membara, dan Vitinha sangat mungkin bisa menjadi korbannya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini