Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusManchester United tengah menjalani salah satu fase paling sulit dalam sejarah modern klub, baik dari sisi performa maupun finansial. Klub berjuluk Setan Merah itu kini bukan lagi tim terkaya di Liga Premier, sebuah status yang selama bertahun-tahun melekat pada nama besar mereka.

Berdasarkan laporan terbaru Deloitte Money League, Manchester United turun ke peringkat ke-8 dalam daftar klub sepak bola dengan pendapatan terbesar di dunia. Ini menjadi posisi terendah MU sejak laporan tersebut pertama kali diterbitkan 29 tahun lalu. Ironisnya, penurunan peringkat ini terjadi saat pendapatan klub justru mengalami kenaikan.

Total pemasukan MU dari tiket pertandingan, hak siar televisi, dan kerja sama komersial meningkat dari £653 juta pada musim 2023/2024 menjadi £692 juta musim lalu, atau naik sekitar £40 juta. Namun, lonjakan tersebut belum cukup untuk menahan laju klub-klub pesaing, baik dari Inggris maupun Eropa.

Salah satu penyebab utama kemunduran finansial MU adalah performa buruk di lapangan. Finis di posisi ke-15 Liga Premier berdampak langsung pada pemangkasan pendapatan hak siar hingga £45 juta.

Absennya MU dari Liga Champions juga memukul pemasukan klub, meski perjalanan hingga final Liga Europa sedikit membantu menutup kerugian. Situasi ini mengingatkan pada era pasca-Sir Alex Ferguson, bahkan sejak Michael Carrick masih menjadi bagian penting skuad, stabilitas seperti dulu tak pernah benar-benar kembali.

Di sisi lain, rival-rival tradisional justru melaju pesat. Liverpool kini menjadi klub terlaris di Inggris dengan pendapatan £729 juta setelah musim juara di bawah manajer Arne Slot. Arsenal naik signifikan ke peringkat ketujuh dunia berkat capaian semifinal Liga Champions. Manchester City juga masih berada di atas MU, membuat United hanya menempati posisi keempat di antara klub Liga Premier dari sisi keuangan.

Secara global, Manchester United kini tertinggal dari raksasa Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich. Klub-klub itu terus mendominasi daftar klub elit dunia dan mempertahankan citra sebagai Klub Terkaya sepak bola modern.

Keungan MU...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini